Hubungan Intensitas Fokus Layar Gawai Dengan Kualitas Tidur dan kesehatan Psikologi di Malang: Studi pada Siswa SMP di Pedesaan dan Perkotaan
Abstract
Pendahuluan: Saat ini intensitas penggunaan gawai di kalangan remaja di Indonesia semakin meningkat sehingga dapat menimbulkan dampak negatif antara lain pada kualitas tidur dan kesehatan psikologis remaja. Kondisi ini dijumpai pula di wilayah Malang raya sehingga memerlukan kajian identifikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan gawai terhadap kualitas tidur dan kesehatan psikologis serta untuk mengeksplorasi perbedaan antara ketiga variabel berikut pada remaja pedesaan dan perkotaan di Malang raya.
Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan purposive sampling, dengan total 122 remaja (laki-laki dan perempuan) yang tinggal di Malang Raya. Partisipan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok: perkotaan (n=63) dan pedesaan (n=59). Intensitas penggunaan gadget diukur dengan Kuesioner Intensitas Layar Gawai, sedangkan kualitas tidur dinilai dengan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT) dan kesehatan psikologis diukur dengan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data dianalisis menggunakan uji rank Spearman dengan nilai p kurang dari 0,05 yang dianggap signifikan secara statistik. Analisis tambahan dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji-T.
Hasil: Responden terbanyak adalah perempuan dengan usia rata-rata 14 tahun. Skor kualitas tidur yang buruk didapatkan di daerah pedesaan, terbanyak laki-laki bila dibandingkan dengan daerah perkotaan (rerata usia 14 tahun). Skor kesehatan psikologis yang buruk didapatkan di daerah pedesaan dan perkotaan terbanyak laki-laki (berusia 13 dan 14 tahun). Intensitas penggunaan gawai remaja perkotaan secara bermakna lebih tinggi dari pada daerah pedesaan (p 0,005), tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam kualitas tidur (p 0,125). Analisis komparatif kesehatan psikologis, mengungkapkan perbedaan signifikan hanya pada masalah emosional (p 0,045). Tidak ada hubungan yang signifikan dari intensitas penggunaan gawai terhadap kualitas tidur (p 0,571) atau kesehatan psikologis (nilai-p berkisar antara 0,086 hingga 0,464) pada remaja pedesaan. Namun, pada remaja perkotaan, intensitas penggunaan gawai secara signifikan memperburuk kualitas tidur (p 0,027) dan masalah emosional (p 0,031).
Kesimpulan: Peningkatan intensitas penggunaan gawai mempengaruhi kualitas tidur dan masalah emosional remaja di perkotaan , namun kondisi ini tidak ditemui pada remaja di pedesaan. Perlu di lakukan penelitian lebih lanjut pada indikator lainnya pada kesehatan psikologi.
Kata kunci: Intensitas penggunaan gawai; remaja; perkotaan; pedesaan; kualitas tidur; kesehatan psikologi.
