Aktivitas Antiparkinson Senyawa Aktif Biji Jinten Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Aktivasi Dopamine Receptor D1 (Drd1) Dan Dopamine Receptor D2 (Drd2) Secara In
Abstract
Pendahuluan : Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan penurunan kadar dopamin akibat hilangnya neuron dopaminergik. Beberapa pengobatan parkinson (rotigotin & pramipexol) menargetkan reseptor dopamin D1 dan D2. Biji Nigella sativa memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi memberikan efek neuroprotektif. Namun, potensi biji tersebut dalam mengaktivasi reseptor dopamin masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki interaksi senyawa biji Nigella sativa dengan reseptor dopamin D1 dan D2 secara molecular docking.
Metode : Struktur reseptor dopamin D1 (PDB ID: 8IRR) dan D2 (PDB ID: 8IRS) diperoleh dari Protein Data Bank sebagai protein target. Senyawa aktif Nigella sativa diseleksi berdasarkan jurnal terkait dan data base dr. duke hingga didapatkan 23 senyawa potensial antiparkinson. Bentuk 3D senyawa aktif tersebut didownload dari basis data PubChem. Pendekatan molecular docking menggunakan softwere PyRx untuk menilai afinitas ikatan dengan protein D1 & D2, sementara SwissADME digunakan untuk mengevaluasi sifat fisikokimia dan kelayakan obat, terutama 5 atuan lipiski dan permeabilitas sawar darah otak (BBB), guna menentukan potensi setiap senyawa sebagai agen neuroterapeutik.
Hasil dan Pembahasan : Pendekatan molecular docking menunjukkan bahwa triptofan dan asam linoleat memiliki afinitas ikatan tertinggi namun, senyawa aktif tryptiphan tidak mampu menembus BBB. Selain itu, karvakrol dan asam palmitat menunjukkan afinitas yang lebih rendah, tetapi memiliki residu ikatan yang serupa dengan ligan asli kontrol, yaitu rotigotin, serta menunjukkan sifat fisikokimia yang baik, termasuk kemampuan menembus BBB.
Kesimpulan : Senyawa aktif biji Nigella sativa berpotensi sebagai obat parkinson melalui pendekatan molecular docking.
