Pengaruh Pemberian Kapsul Daun Benalu Teh (Scurrula Atropurpurea (Bl.) Dans) Dan Benalu Mangga (Dendrophthoe Pentandra) Terhadap Ureum Creatinine Serum Ratio Dan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus Pada Individu Sehat Di Malang
Abstract
Pendahuluan: Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) dan benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) telah lama secara empiris digunakan sebagai adjuvan antihipertensi. Studi pre-klinik sebelumnya menunjukkan kombinasi daun benalu teh dan benalu mangga (BTBM) aman bagi fungsi hepar, ginjal, dan profil lipid tikus. Untuk memastikan keamanan penggunaan BTBM pada manusia, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena obat ini diekskresi melalui ginjal, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak konsumsi BTBM terhadap fungsi ginjal melalui serum ureum (Ur), creatinine (Cr), ureum creatinine serum ratio (UCR) dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR).
Metode: Uji klinik fase 1 dengan desain pre-test dan post-test pada 28 individu sehat yang terdiri 15 responden kelompok BTBM dan 13 kelompok placebo. Kelompok BTBM menerima kapsul BTBM 3 kali/hari selama 15 hari yang berisi 560 mg S. atropurpurea dan 187 mg D. pentandra serta kelompok placebo menerima kapsul placebo. Setelah 15 hari, responden akan diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan parameter fungsi ginjal (Ur, Cr, UCR, eGFR). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test dan wilcoxon signed rank test.
Hasil dan Pembahasan: Pada Pada kelompok BTBM, rata-rata kadar Ur, Cr, UCR, dan eGFR sebelum dan sesudah pemeriksaan pada laki-laki masing-masing adalah 18,90 dan 17,80 mg/dL (p 0,138), 1,05 dan 0,96 mg/dL (p 0,265), 18,00 dan 17,10 (p 0,174), serta 105,80 dan 101,92 mL/menit/1,73 m² (p 0,478). Pada perempuan, rata-rata kadar Ur, Cr, UCR, dan eGFR sebelum dan sesudah pemeriksaan masing-masing adalah 17,88 dan 16,92 mg/dL (p 0,150), 1,00 dan 0,92 mg/dL (p 0,295), 17,62 dan 16,72 (p 0,158), serta 107,22 dan 103,50 mL/menit/1,73 m² (p 0,495). Pada kelompok Placebo, rata-rata kadar Ur, Cr, UCR, dan eGFR sebelum dan sesudah pemeriksaan pada laki-laki masing-masing adalah 23,58 dan 23,26 mg/dL (p 0,885), 1,03 dan 1,06 mg/dL (p 0,289), 23,35 dan 22,47 (p 0,753), serta 95,78 dan 92,95 mL/menit/1,73 m² (p 0,202). Pada perempuan, rata-rata kadar Ur, Cr, UCR, dan eGFR sebelum dan sesudah pemeriksaan masing-masing adalah 21,01 dan 19,75 mg/dL (p 0,493), 0,68 dan 0,70 mg/dL (p 0,257), 31,14 dan 28,70 (p 0,237), serta 108,44 dan 105,03 mL/menit/1,73 m² (p 0,104).
Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan pada fungsi ginjal responden. Konsumsi kapsul BTBM selama 15 hari aman bagi fungsi ginjal individu sehat.
Kata Kunci : Scurrula atropurpurea, Dendrophthoe pentandra, Kapsul BTBM, Uji klinik fase 1, Ureum creatinine serum ratio , eGFR.
