Analisis Pengaruh Usia Dan Status Gizi Ibu Saat Hamil Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-60 Bulan Di Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon
Abstract
Pendahuluan : Kejadian stunting di Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia dan ke- 2 di Asia tahun 2020. Penyumbang kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Malang adalah Kecamatan Pujon dan Desa Wiyurejo dengan prevalensi tertinggi dan menjadi lokus stunting sejak tahun 2018. Belum terdapat penelitian yang secara rinci meneliti usia dan status gizi ibu selama hamil khususnya di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menggali pengaruh usia dan status gizi ibu saat hamil terhadap kejadian stunting di wilayah Desa Wiyurejo
Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional dilakukan pada 100 balita usia 12-60 bulan di Desa Wiyurejo beserta ibunya yang terbagi dalam 50 balita stunting beserta ibunya dan 50 balita tidak stunting beserta ibunya. Data usia ibu saat hamil diperoleh dari data sekunder yang diperoleh dari catatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) pada data usia ibu yang selanjutnya dikelompokkan menjadi usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) dan tidak berisiko (20-34 tahun). Data status gizi ibu saat hamil deiperoleh dari buku KIA pada catatan lingkar lengan atas selama hamil untuk mengetahui status gizi ibu saat hamil yang dikelompokkan menjadi KEK (LiLA<23,5 cm) dan non KEK (LiLA ≥ 23,5 cm). Data anak stunting diperoleh dari pengukuran langsung pada balita. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner.
Hasil : Dari 100 responden yang dievaluasi usia ibu dan status gizi ibu saat hamil didapatkan 84 ibu hamil di usia tidak berisiko (40 (80%) anak stunting dan 44 (88%)
anak tidak stunting) dan 16 hamil di usia berisiko (10 (20%) anak stunting dan 6 (12%) tidak stunting) dengan signifikansi P-value = 0,275 dan R2 = 0,016. Hasil evaluasi status gizi ibu saat hamil didapatkan 77 dari 100 ibu tidak mengalami kekurangan energi kronis (34 (68%) anak stunting dan 43 (86%) anak tidak stunting) dan 23 ibu
mengalami kekurangan energi kronis (16 (32%) anak stunting dan 7 (14%) anak stunting) dengan signifikansi P-value=0,032 dan R2=0,061. Hal ini menunjukkan usia ibu saat hamil tidak berpengaruh dan status gizi ibu saat hamil berpengaruh terhadap kejadian stunting yang diduga terjadi karena pengaruh dari faktor lain seperti pendapatan orang tua dan usia balita.
Kesimpulan : Usia ibu saat hamil tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting dan status gizi ibu saat hamil berpengaruh terhadap kejadian stunting.
Kata Kunci : Stunting, Usia ibu saat hamil, status gizi ibu saat hamil, balita usia 12- 60 bulan.
