Potensi Fraksi Etil Asetat Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia Galanga W) Sebagai Penghambat Dan Penghancur Biofilm Staphylococcus Aureus
Abstract
Pendahuluan : Biofilm adalah komunitas bakteri yang dapat terbentuk pada permukaan peralatan medis dan menjadi fokus infeksi, yang menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan dan kualitas perawatan pasien. Pengelolaan biofilm memerlukan senyawa baru yang dapat menghambat pembentukannya atau menghancurkan biofilm yang telah terbentuk. Alpinia galanga W (lengkuas putih) adalah rimpang yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki aktivitas antimikroba yang kuat terhadap bakteri Gram-positif, namun, potensinya untuk aktivitas antibiofilm belum diketahui.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian in vitro untuk menguji rusaknya biofilm yang diakibatk\an pemberian sampel lengkuas putih. Simplisia lengkuas dimaserasi menggunakan etanol 96% dan difraksinasi untuk memperoleh fraksi etil asetatnya, diuapkan, dan disuspensi menggunakan DMSO 3%. Biofilm diukur dengan metode pewarnaan kristal violet yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 585 nm. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA (p<0,05).
Hasil : Efektif pada penghancuran biofilm yang telah terbentuk (preformed biofilm) diperoleh pada fraksi etil asetat pada dosis 500 ppm sebesar 61,58%.
Kesimpulan : Fraksi etil asetat Alpinia galanga secara mempunyai potensi paling kuat dalam penghancuran biofilm bakteri Staphylococcus aureus yang telah terbentuk dosis pada 500 ppm yakni sebesar 61,58%
Kata Kunci : Alpinia galanga W., fraksi air, antibiofilm, Staphylococcus aureus.
