Show simple item record

dc.contributor.authorZahira, Kania Rif’At
dc.date.accessioned2026-01-27T03:44:52Z
dc.date.available2026-01-27T03:44:52Z
dc.date.issued2025-04-10
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12794
dc.description.abstractPendahuluan: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berperan penting dalam menilai profesionalisme serta menjadi indikator utama pencapaian kompetensi klinis mahasiswa Sarjana Kedokteran. Berbagai faktor dapat mempengaruhi hasil OSCE yakni perilaku belajar dan performa mahasiswa saat ujian. Belum banyak yang mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan OSCE dan perilaku belajar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan OSCE dan perilaku belajar pada OSCE mahasiswa program studi Pendidikan dokter di perguruan tinggi swasta di kota Malang Jawa Timur. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada partisipan Focus Group Disscussion (FGD) sebanyak 24 mahasiswa terbagi menjadi 2 (dua) kelompok mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswa tingkat II pada blok Fisiologi Digestif dan 12 mahasiswa tingkat III pada blok Patologi Digestif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Maximum Variation Sampling dengan analisis data menggunakan model Miles & Hubarman. Hasil: Faktor yang berkontribusi terhadap penurunan performa OSCE mahasiswa tingkat II dan III adalah perilaku belajar, di mana mayoritas mahasiswa memilih waktu belajar pada H-1 OSCE (41% dan 75%) yang dapat membatasi pemahaman materi, kontrol diri berupa malas (16% dan 33%), dan pemilihan sumber belajar hanya mengandalkan checklist (16% dan 41%), dan lain-lain. Sedangkan pada persepsi pelaksanaan OSCE, yakni terkait penguji berupa perbedaan persepsi penguji (75% dan 50%) yaitu ketidaksesuaian metode pemeriksaan yang diajarkan antara tutor CSL dan penguji, penguji yang galak (58% dan 25%), dan fasilitas OSCE yang kurang memadai (50% dan 3%), dan lain-lain. Hasil ini didapatkan pada frekuensi mahasiswa dengan nilai OSCE rendah, sedang, dan tinggi adalah sama rata yakni masing masing terdiri dari 2 mahasiswa. Kesimpulan: Mahasiswa tingkat II dan III yakni pada perilaku belajar berupa pemilihan waktu belajar H-1, kontrol diri, dan pemilihan sumber belajar. Pada persepsi OSCE yakni perbedaan persepsi penguji, penguji yang galak, dan fasilitas OSCE yang tidak memadai. Kata Kunci: Objective Structured Clinical Examination, Perilaku belajar, Persepsi mahasiswaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectObjective Structured Clinical Examinationen_US
dc.subjectPerilaku belajaren_US
dc.subjectPersepsi mahasiswaen_US
dc.titleStudi Kualitatif Perilaku Belajar Dan Persepsi Pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Islam Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang