Show simple item record

dc.contributor.authorWany, Tita Setia
dc.date.accessioned2026-01-27T03:50:38Z
dc.date.available2026-01-27T03:50:38Z
dc.date.issued2025-06-24
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12797
dc.description.abstractPendahuluan: Konsumsi sukrosa berlebih dalam waktu lama dapat memicu hiperglikemia yang menyebabkan kerusakan hepar. Ikan zebra dipilih sebagai model hewan coba karena kesamaan genomnya dengan manusia dan kemiripan sistem organ.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian sukrosa pada berbagai konsentrasi terhadap kerusakan hepar ikan zebra. Metode: Penelitian secara eksperimental dengan menggunakan posttest-only control design pada ikan zebra. Kelompok penelitian terdiri dari tiga kelompok perlakuan dengan konsentrasi sukrosa 1%, 2%, dan 4%, serta satu kelompok kontrol tanpa pemberian sukrosa. Masing-masing kelompok terdiri dari 30 ekor ikan zebra. Diberikan selama 28 hari. Pembuatan preparat histologi hepar dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE) dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hepatosit yaitu nekrosis inti hepatosit (piknosis, karioreksis, kariolisis, dan membrane lisis) serta steatosis hepatosit menggunakan mikroskop trinokuler dengan pembesaran 400x, 10 per lapang pandang dan 3 pengamat. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney (p<0.05). Hasil: Jumlah sel yang mengalami karioreksis pada kelompok 4% (327.5±4.45) berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok normal (40.99±3.5), kelompok 1% (164.94±20.33), kelompok 2% (255.33±22.25). Begitupula pada variabel piknosis, kariolisis, dan membrane lisis. Jumlah sel yang mengalami steatosis pada kelompok 4% (347,83 ± 13,61) berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok normal (104.95±0.13), kelompok 1% (144.56±2.29), dan kelompok 2% (279.11±7.98). Adanya peningkatan hepatosit yang mengalami nekrosis dan steatosis diduga disebabkan efek hiperglikemia akibat pemberian sukrosa. Hiperglikemia menyebabkan peningkatan produksi radikal bebas. Semakin tinggi konsentrasi sukrosa yang diberikan, semakin besar stress oksidatif yang terjadi, sehingga memicu kerusakan hepatosit. Kesimpulan: Pemberian sukrosa selama 28 hari dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 4% menyebabkan nekrosis inti hepatosit dan stetatosis hepatosit ikan zebra. Kerusakan sel hepar meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi sukrosa yang diberikan. Kata Kunci: Hiperglikemia, sukrosa, nekrosis, steatosis, hepar, Danio rerio.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectHiperglikemiaen_US
dc.subjectsukrosaen_US
dc.subjectnekrosisen_US
dc.subjectsteatosisen_US
dc.subjectheparen_US
dc.subjectDanio rerioen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Sukrosa Konsentrasi 1%, 2%, Dan 4% Terhadap Kerusakan Sel Hepar Pada Ikan Zebra (Danio rerio)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang