Hubungan Prevalensi Jenis Kelamin Dan Rinitis Alergi Terhadap Kejadian Rinosinusitis Kronis Di Poli Tht-Kl Di Rsi Unisma Malang Periode 2019-2024
Abstract
Pendahuluan: Rinosinusitis kronis merupakan peradangan yang melibatkan mukosa hidung dan sinus paranasal dengan durasi minimal 12 minggu atau lebih. Etiologi rinosinusitis kronis dijelaskan melalui teori multifaktor, mencakup faktor infeksi, predisposisi genetik, faktor lingkungan, variasi anatomi individu, kondisi kompleks ostiomeatal, reaksi hipersensitivitas, dan disfungsi sistem mukosiliar. Rinosinusitis kronis yang disebabkan oleh virus hanya sebesar 25%, sedangkan mayoritas kasus yaitu 75% justru dipicu oleh reaksi alergi dan ketidakseimbangan hormonal pada sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan prevalensi jenis kelamin dan rinitis alergi terhadap kejadian rinosinusitis kronis di poli THT-KL RSI Unisma Malang periode 2019-2024.
Metode: Desain penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Total sampel pada penelitian ini sejumlah 110 pasien rinitis poli THT-KL RSI Unisma. pengambilan data menggunakan rekam medis yang kemudian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan chi square dan odds ratio untuk mengetahui hubungan terhadap kejadian rinosinusitis kronis.
Hasil: Rinitis alergi menunjukkan bahwa adanya hubungan dengan rinosinusitis kronis, dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR sebesar 5,841. Sedangkan pada jenis kelamin tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan rinosinusinusitis kronis, dengan nilai p value = 0,557 dan OR sebesar 0,796.
Kesimpulan: Rinitis alergi menunjukkan hubungan yang signifikan dan menjadi faktor risiko dominan dengan rinosinusitis kronis, sedangkan jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan rinosinusitis kronis.
Kata Kunci: Rinitis Alergi, Rinosinusitis Kronis, Jenis Kelamin
