Perbandingan Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam, Lidah Buaya Dan Kombinasi Keduanya Terhadap Staphylococcus aureus
Abstract
Pendahuluan: Infeksi oleh Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat meningkatkan resistensi, sehingga dibutuhkan alternatif alami. Daun salam dan lidah buaya mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan antrakuinon yang memiliki potensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun salam, lidah buaya, dan kombinasi keduanya, guna mengetahui apakah kombinasi tersebut memiliki efek yang lebih baik (sinergis), sama saja (aditif), atau malah saling menghambat (antagonis) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vitro. Ekstrak etanol daun salam dan lidah buaya diperoleh melalui maserasi, lalu diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Konsentrasi yang digunakan adalah 300.000 ppm dan 600.000 ppm. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 26 menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji post hoc Mann-Whitney.
Hasil: Ekstrak lidah buaya 600.000 ppm menghasilkan zona hambat terbesar yaitu 12,3 ± 1,85 mm. Kombinasi ekstrak daun salam dan lidah buaya menghasilkan zona hambat 10,6 ± 1,11 mm dan menunjukkan efek sinergis. Ekstrak lidah buaya 300.000 ppm tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.
Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun salam dan lidah buaya memiliki efek antibakteri sinergis terhadap Staphylococcus aureus, serta berpotensi sebagai alternatif terapi antibakteri alami.
Kata Kunci: Staphylococcus aureus, daun salam, lidah buaya, AZDAST, antibakteri, sinergis
