Uji Potensi Cinnamomum Burmannii Sebagai Antiobesitas Melalui Modulasi Peroxisome Proliferator Activated Receptor Dan : Studi In Silico
Abstract
Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang terjadi secara global. Dalam upaya penangannya, penelitian pada kayu manis (Cinnmamomum burmannii) menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi untuk mengatasi obesitas melalui aktivasi protein PPARα dan PPARγ. Kedua protein tersebut berperan dalam metabolisme lipid dan glukosa, sehingga dapat mengatasi obesitas. Penelitian ini merupakan studi awal untuk memprediksi potensi kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai antiobesitas melalui modulasi PPARα dan PPARγ.
Metode: Senyawa aktif Cinnamomum burmannii didapat dari literatur jurnal, dianalisis fisikokimia dan ADMET melalui pkCSM, lalu ditambatkan pada protein PPARα (6L36) dan PPARγ (3VN2) menggunakan PyRx. Hasil divisualisasikan dengan BIOVIA Discovery Studio dan divalidasi melalui DockRMSD.
Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memiliki potensi sebagai kandidat obat berdasarkan aturan Lipinski dengan sifat drug-like yang baik, meskipun dua senyawa tidak memenuhi kriteria ADMET yang menunjukkan pentingnya evaluasi komprehensif. Profil total clearance rendah mengindikasikan waktu paruh yang lebih panjang dalam tubuh, yang menguntungkan dari segi efisiensi dosis namun perlu diwaspadai untuk potensi akumulasi. Epicatechin menunjukkan afinitas terkuat terhadap PPARα (-8 kkal/mol) dengan stabilitas kompleks tinggi, sementara p-cymene, geranial, dan 2-vinylphenol memiliki kemiripan residu tertinggi dengan fenofibrat (45%), mengindikasikan mekanisme kerja serupa. Pada target PPARγ, 2H-1-Benzopyran-2-one menunjukkan afinitas terbaik (-7,4 kkal/mol), sedangkan p-cymene dan cinnamaldehyde memiliki kemiripan residu dengan telmisartan (28%). Nilai RMSD yang diperoleh (0,95 untuk PPARα dan 1,65 untuk PPARγ) berada dalam rentang yang dapat diterima (< 2 Å), menunjukkan akurasi metode yang baik dan hasil yang dapat dipercaya. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan lebih lanjut senyawa-senyawa tersebut sebagai agen terapeutik yang menargetkan PPAR, namun memerlukan validasi eksperimental in vitro dan in vivo untuk mengkonfirmasi aktivitas biologis yang diprediksi.
Kesimpulan: Senyawa aktif kayu manis (Cinnamomum burmannii) berpotensi sebagai antiobesitas melalui modulasi PPARα dan PPARγ.
Kata Kunci: Antiobesitas; Cinnamomum burmannii; peroxisome proliferator activated receptor ; peroxisome proliferator activated receptor
