Uji Potensi Senyawa Aktif Rimpang Zingiber Officinale Terhadap Enzim Αlpha Amylase Dan Reseptor 5-Hydroxytriptamine 2C Sebagai Efek Appetite Depressant Pada Anak: Studi In Silico
Abstract
Pendahuluan: Obesitas pada anak telah menjadi masalah kesehatan global yang serius, ditunjukkan dengan data WHO bahwa sekitar 39 juta anak di bawah usia 5 tahun dan 18% anak di atas usia 5 tahun mengalami obesitas secara global, sementara di Indonesia satu dari lima anak usia sekolah (20%) dan satu dari tujuh remaja (16%) mengalami obesitas. Meskipun jahe (Zingiber officinale) telah menunjukkan potensi dalam pengelolaan obesitas melalui modulasi reseptor 5- hydroxytriptamine 2C (5-HT2C) dan penghambatan enzim α-amylase, penelitian mengenai mekanisme kerjanya dalam menurunkan nafsu makan masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi potensi Zingiber officinale sebagai penurun nafsu makan melalui penghambatan enzim α-amylase dan modulasi reseptor 5-HT2C.
Metode Penelitian: Metode penelitian ini dilakukan secara in silico meliputi prediksi sifat fisikokimia dan ADMET senyawa aktif rimpang jahe melalui pkCSM, molecular docking terhadap enzim α-amylase (1B2Y) dan Reseptor 5-HT2C (8DPF) menggunakan PyRx, serta visualisasi interaksi 2D dengan Biovia.
Hasil: Pada penelitian ini, 29 senyawa aktif Zingiber officinale memenuhi kriteria Lipinski dengan seluruh senyawa tidak bersifat toksik dan sebagian memiliki absorpsi intestinal baik serta distribusi merata. Afinitas tertinggi terhadap enzim α- amylase ditunjukkan oleh nonan-2-ol (∆G -5.1 kkal/mol), undecan-2-ol (∆G –5.0 kkal/mol), dan n-nonanol (∆G -4.9 kkal/mol) dibandingkan Acarbose (∆G -9.7 kkal/mol) serta dengan kesamaan residu asam amino tertinggi oleh undecan-2-ol sebesar 25%. Pada reseptor 5-HT2C, afinitas tertinggi ditunjukkan oleh gingerenone-c (∆G -7.7 kkal/mol), gingerenone-a (∆G -7.3 kkal/mol), gingerenone- b (∆G -7.2 kkal/mol), isogingerenone-b (∆G -7.2 kkal/mol), 8-gingerol (∆G -6.8 kkal/mol), 6-gingerol, 7- gingerol, 9-gingerol (∆G -6.7 kkal/mol), dan 6-shogaol (∆G -6.6 kkal/mol), dibandingkan Lorcaserin (∆G -6.0 kkal/mol) serta dengan kesamaan residu asam amino tertinggi oleh gingerenone C dan 6-gingerol sebesar 83.33%, yang menunjukkan stabilitas interaksi dan potensi aktivitas biologis yang sebanding.
Simpulan: Senyawa aktif rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki potensi yang rendah sebagai inhibitor α-amylase dibandingkan obat kontrol dan berpotensi tinggi sebagai agonis reseptor 5-HT2C dengan afinitas yang lebih baik dibanding obat kontrol.
Kata Kunci: obesitas; anak-anak; Zingiber officinale; α-amylase; reseptor 5-HT2C;
in silico
