Hubungan Lama Penggunaan Obat Dan Frekuensi Minum Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Hiperlipidemia Di Puskesmas Turen Kabupaten Malang
Abstract
Pendahuluan: Hiperlipidemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, atau trigliserida dalam darah. Keberhasilan pengelolaan hiperlipidemia sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat yang diresepkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan obat dan frekuensi minum obat terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hiperlipidemia di Puskesmas Turen, Kabupaten Malang.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Adherence Refill Medication Scale (ARMS). Data dianalisis data menggunakan uji Spearman Rho untuk menentukan hubungan antar variabel.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap lama penggunaan obat dengan kepatuhan pengobatan pasien hiperlipidemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang, dengan nilai signifikasi 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,634 yang mana hubungan ini termasuk dalam kategori positif yang kuat. Namun, pada frekuensi minum obat dengan kepatuhan pengobatan pasien hiperlipidemia tidak adanya hubungan yang signifikan, dengan nilai signifikasi 0,802 (>0,05) dan koefisien korelasi 0,022 yang menunjukkan bahwa hubungan ini bersifat positif tetapi sangat lemah.
Kesimpulan: Teradapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan obat terhadap kepatuhan pengobatan. Namun, sebaliknya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi minum obat terhadap kepatuhun pengobatan pada pasien hiperlipidemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang.
Kata kunci : Hiperlipidemia; Kepatuhan Pengobatan; Lama Penggunaan Obat; Frekuensi Minum Obat
