Hubungan Lama Penggunaan Obat Dan Frekuensi Minum Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Turen Kabupaten Malang
Abstract
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit degeneratif yang dikenali dengan gula darah meningkat karena insulin tidak berfungsi dengan normal. Kejadian DM tipe 2 di Indonesia jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya. Kasus DM yang terus meningkat menjadi salah satu faktor belum optimalnya pengelolan DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama penggunaan obat dan frekuensi minum obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM tipe 2 di Puskesmas Turen Kabupaten Malang.
Metode: Penelitian ini memakai observasi analitik dengan desain cross-sectional. Dalam penelitian ini menggunakan sampel yaitu penderita DM tipe 2 dengan total 110 sampel dengan teeknik purposive sampling. Peneliti ini menggunakan instrument kuesioner Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS) yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Variabel dependen penelitian ini yaitu kepatuhan pengobatan dan variabel independennya yaitu lama penggunaan obat dan frekuensi minum obat. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil: Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan obat (p-value=0,968>0,05) terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2 dengan nilai koefisien korelasi (r=0,004) yang berarti nilai korelasi sangat lemah. Namun, terdapat hubungan yang signifikan pada frekuensi minum obat (p-value=0,028<0,05) terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2 dengan nilai koefisien korelasi (r=0,210) yang berarti korelasi lemah.
Simpulan: Lama penggunaan obat tidak berhubungan terhadap kepatuhan pengobatan dan terdapat hubungan frekuensi minum obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Turen, Kabupaten Malang.
Kata Kunci: Diabetes melitus, frekuensi minum obat, kepatuhan, lama penggunaan obat.
