Narasi Eksistensialisme dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai krisis eksistensial yang dihadapi oleh individu modern masa kini, terutama terkait dengan konflik identitas yang dialami. Novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu merupakan objek yang digunakan dalam penelitian, menggambarkan pengalaman eksistensial oleh tokoh Alina dalam pencariannya untuk mencari identitas diri serta pergulatan batin yang dialaminya. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana konsep kebebasan dan tanggung jawab tergambarkan pada kutipan narasi dalam novel.
Metode dalam penelitian ini berupa kualitatif deskriptif serta pendekatan eksistensialisme untuk mendeskripsikan kutipan narasi dalam novel yang mengandung konteks kebebasan dan tanggung jawab dengan perspektif Jean Paul Sartre. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan melalui teknik simak catat, klasifikasi, interpretasi, serta disajikan dengan sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan kebebasan Alina yang tercermin melalui setiap pilihan yang terjadi dalam hidupnya dan terciptanya identitas palsunya yaitu ‘Marni’, sedangkan tanggung jawab Alina tercermin melalui setiap konsekuensi yang didapatkan dari pilihan yang telah dijalaninya. Bentuk kebebasan dan tanggung jawab tersebut memenuhi indikator condemend to be free (dikutuk untuk bebas), existence precedes essence (eksistensi mendahului esensi), dan absolute responsibility (tanggung jawab mutlak) yang merupakan konsep eksistensialisme Sartre. Terpenuhinya tiga indikator ini menunjukkan bahwa makna dalam hidup terbentuk melalui setiap pilihan yang diambil setiap harinya, maka dalam memilih sesuatu harus selalu mempertimbangkan segala kemungkinan konsekuensi yang akan terjadi. Karena jika tidak diiringi dengan perasaan tanggung jawab dampak yang terjadi akan lebih kompleks dan universal.
