Pengaruh Kombucha Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Terhadap Status Oksidatif Hepar Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Parasetamol
Abstract
Bagas Arioseto. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Pengaruh Kombucha Daun Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Status Oksidatif Hepar Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Parasetamol. Pembimbing 1: Dini Sri Damayanti. Pembimbing 2: Silvy Amalia Falyani
Pendahuluan: Parasetamol merupakan salah satu obat yang sering digunakan di seluruh dunia serta dapat tersedia tanpa menggunakan resep. Namun, konsumsi secara berlebih dan adanya interaksi dengan obat psikotropika maupun alkohol dapat mengakibatkan terjadinya hepatotoksik. Hal tersebut berkaitan dengan peningkatan radikal bebas parasetamol (APAP) yang menyebabkan ketidakseimbangan stres oksidatif dan antioksidan. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari herbal salah satunya daun sirsak yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Selain itu, produk minuman fermentasi seperti kombucha juga berperan sebagai antioksidan serupa dalam meningkatkan pengaruh senyawa fenol yang terdapat dalam herbal. Tujuan penelitian ini membuktikan potensi kombinasi Kombucha Daun Sirsak (KDS) pada hepar tikus Wistar jantan yang diinduksi parasetamol dosis toksik melalui kadar SOD dan MDA.
Metode: Penelitian berjenis eksperimental laboratorium dengan melalui desain control group posttest only. Hewan coba yang digunakan adalah tikus Wistar jantan dengan umur 2-3 bulan dan berat 150-200 gram dibagi dalam 5 kelompok yang tiap kelompok berisi 5 ekor tikus. Kelompok Negatif (KN) diinduksi aquades (2 ml/hari), Kelompok Positif (KP) diinduksi parasetamol dosis toksik (2,5 g/kgBB/hari) yang diberikan pada hari ke-8 sampai hari ke-14 serta KDS yang diinduksi selama 14 hari pada P1(0,5mL/hari), P2(1mL/hari), dan P3(1,5mL/hari). Semua induksi diberikan per sonde oral. Kadar SOD dan MDA dari hepar dianalisis dengan metode ANOVA serta Kruskal Wallis pada p<0,05.
Hasil dan Pembahasan: Pemberian parasetamol dosis toksik menurunkan kadar SOD 4 kali lipat serta meningkatkan kadar MDA 7 kali lipat hepar dibandingkan KN(p<0,05). Pemberian KDS pada kelompok P1, P2, dan P3 menghasilkan peningkatan SOD secara berurutan 1, 2, dan 3 kali lipat dan menurunkan MDA secara berurutan 1, 4, dan 5 kali lipat dibandingkan KP(p<0,05). Hal tersebut diduga karena kandungan fenol dan senyawa organik KDS memiliki aktivitas sebagai antioksidan.
Kesimpulan: KDS mampu meningkatkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDA terhadap tikus Wistar jantan dengan dosis paling baik pada kelompok P3(1,5mL/hari) secara berurutan 3 dan 5 kali lipat dibandingkan kelompok yang diinduksi parasetamol dosis toksik.
Kata Kunci : kombucha daun sirsak; status oksidatif.; hepar; parasetamol; kadar SOD dan MDA hepar.
