Faktor Risiko Miopia Pada Anak Di RSUD Kanjuruhan
Abstract
Pendahuluan: Miopia merupakan gangguan refraksi yang prevalensinya meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Lonjakan kasus terjadi terutama pada anak usia sekolah, dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan visual dekat, durasi tidur, serta rendahnya aktivitas luar ruangan. Di tingkat lokal, masih minim penelitian yang mengkaji keterkaitan antara karakteristik anak dan kondisi orang tua terhadap kejadian miopia. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang memengaruhi miopia pada anak di wilayah layanan RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilaksanakan di Poli Mata RSUD Kanjuruhan. Sampel terdiri dari 102 anak miopia berusia ≤18 tahun yang dipilih melalui consecutive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda.
Hasil dan Pembahasan: Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap miopia adalah tingkat pendidikan anak (β = –0,546; p < 0,001), diikuti oleh usia, pekerjaan orang tua, durasi tidur, dan aktivitas luar ruangan. Faktor lain yang juga signifikan adalah aktivitas melihat dekat, status sosial ekonomi, pendidikan dan pengetahuan orang tua, jenis kelamin, serta faktor genetik. Variabel suku/ras tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kejadian miopia dipengaruhi oleh kombinasi faktor kebiasaan visual, pendidikan, dan lingkungan keluarga.
Kesimpulan: Kejadian miopia pada anak dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor orang tua, dengan tingkat pendidikan anak sebagai faktor paling dominan. Variabel lain seperti usia, pekerjaan orang tua, durasi tidur, aktivitas luar ruangan, serta faktor genetik dan perilaku visual turut berkontribusi secara signifikan. Sementara itu, suku didapatkan hasil tidak signifikan.
Kata Kunci : Miopia, anak, orang tua,faktor risiko, RSUD Kanjuruhan
