Analisis Faktor Risiko Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Miopia Usia Dewasa Di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan
Abstract
Fikrotun Nisa Lutfiana. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juli 2025. Analisis Faktor Risiko dan Kualitas Hidup pada Pasien Usia Dewasa di RSUD Kanjuruhan. Pembimbing 1: dr. Ariani Ratri Dewi, Sp.M. Pembimbing 2: dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes.
Pendahuluan: Miopia merupakan gangguan mata paling umum dan masalah kesehatan global. Di tingkat lokal, RSUD Kanjuruhan mencatat kasus gangguan refraksi tertinggi ketiga di Jawa Timur. Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup, terutama pada usia produktif. Berbagai faktor risiko seperti faktor demografis, tingkat pengetahuan, aktivitas melihat dekat, kurangnya aktivitas luar ruangan, dan lama waktu tidur turut berperan dalam kejadian miopia.
Metode: Metode penelitian observasional analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Poli Mata RSUD Kanjuruhan pada Bulan Maret-Mei 2025. Responden dalam penelitian ini adalah pasien miopia usia dewasa (19-59 tahun). Instrumen yang menggunakan alat ukur klinis pemeriksaan refraksi dan kuesioner karakteristik, tingkat pengetahuan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup (NEI VFQ-25). Analisis data menggunakan uji analisis jalur, nilai signifikan bila p < 0,05.
Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa variabel genetik, pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, aktivitas luar ruangan, aktivitas melihat dekat, lama waktu tidur, dan tingkat pengetahuan memiliki pengaruh signifikan terhadap miopia (p < 0,05). Sementara itu, usia, jenis kelamin, dan suku/ras tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Miopia juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas hidup pasien (p < 0,05).
Kesimpulan: Miopia pada usia dewasa sangat dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari dan genetik, serta berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup secara bermakna.
Kata Kunci: Miopia, refraksi, faktor risiko, kualitas hidup, NEI-VFQ 25, RSUD Kanjuruhan
