Pengaruh Intervensi Edukasi Pencegahan Stunting Menggunakan Modul Cegah Stunting (MOCETING) Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Pemberian MPASI Ibu Rumah Tangga
Abstract
Muthi’ah Resty. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, April 2025. Pengaruh Intervensi Edukasi Pencegahan Stunting Menggunakan Modul Cegah Stunting (Moceting) Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Pemberian MPASI Ibu Rumah Tangga. Pembimbing 1: dr. Dewi Martha Indria, M.Kes, IBCLC. Pembimbing 2: dr. Lutfi Rachman, MMRS.
Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi terhambatnya pertumbuhan anak yang dapat berdampak jangka panjang. Pemberian MPASI yang sesuai kebutuhan gizi akan mencukupi nutrisi anak dan mencegah terjadinya stunting. Pemberian MPASI kepada anak ditentukan pengetahuan ibu mengenai MPASI dan kecukupan nutrisi anak. Pemberian edukasi mengenai MPASI menggunakan Modul Cegah Stunting dan demonstrasi akan berpengaruh pada pengetahuan dan perilaku ibu terhadap pemberian MPASI yang tepat kepada anak.
Metode: Total responden penelitian 80 ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dari Desa Pujon Lor dan Desa Wiyurejo. Kelompok intervensi sebanyak 40 ibu diberikan edukasi menggunakan Modul Cegah Stunting (MOCETING) dan kelompok kontrol sebanyak 40 ibu tidak diberikan edukasi sebagai pembanding. Kemudian dilakukan monitoring berkala pada kelompok intervensi untuk memantau pemberian MPASI selama dirumah. Satu bulan setelah edukasi responden akan dilakukan prosttest untuk menilai pengetahuan dan perilaku pemberian MPASI kepada anak.
Hasil dan Pembahasan: Pada kelompok intervensi hasil nilai pretest pengetahuan kategori baik 29 ibu (72,5%) dan kategori cukup 11 ibu (27,5%). Hasil posttest pengetahuan setelah edukasi diberikan, kategori baik 40 ibu (100%) dengan nilai p<0,001. Hasil pretest perilaku kategori baik 36 ibu (90%) dan kategori cukup 4 ibu (10%). Hasil posttest perilaku setelah demontrasi, kategori baik 40 ibu (100%). Pada kelompok kontrol nilai pretest pengetahuan kategori baik 12 ibu (30%), kategori cukup 18 ibu (45%) dan kategori kurang 10 ibu (25%). Hasil posttest pengetahuan kategori baik 15 ibu (37,5%), kategori cukup 22 ibu (55%) dan kategori kurang 3 ibu (7,5%). Pada perilaku pretest kategori baik 29 ibu (72,5%), kategori cukup 9 ibu (22,5%) dan kategori kurang 2 ibu (5%). Hasil Posttest perilaku kategori baik 24 ibu (60%), kategori cukup 13 ibu (32,5%) dan kategori kurang 3 ibu (7,5%).
Kesimpulan: Edukasi menggunakan Modul Cegah Stunting dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku pemberian MPASI
Kata Kunci : stunting, Makanan Pendamping ASI, Modul Cegah Stunting, Pengetahuan, Perilaku.
