| dc.description.abstract | Milina Andayani N, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juli 2025. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Dry Eye Syndrome pada Lansia Desa Donowarih Kabupaten Malang. Pembimbing I : dr. Ariani Ratri Dewi, Sp.M, Pembimbing II : dr. Hj. Fenti Kusumawardhani Hidayah, Sp M.
Pendahuluan: Sindroma mata kering adalah penyakit mata yang sering ditemui dengan penyebab multifaktorial yang menyebabkan kelainan air mata dan permukaan mata. Insiden sindroma mata kering paling tinggi terdapat di negara Italia sebanyak 57% dari populasi, sedangkan di Indonesia terdapat 27,5% dan dilaporkan bahwa perempuan lebih banyak terkena sindrom mata kering (62%) dari pada laki - laki. Faktor risiko sindroma mata kering antara lain usia lanjut, jenis kelamin, ruangan ber-AC, lingkungan panas, berangin,paparan rokok dan aktivitas visual seperti membaca, dan menggunakan VDT. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan faktor risiko tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, penyakit sistemik, penggunaan obat, lingkungan, paparan rokok serta penggunaan Video Display Terminals (VDT) terhadap sindroma mata kering.
Metode: Penelitian ini berupa studi observasional deskriptif analitik non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. DES dinilai menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI), faktor risiko tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan faktor risiko lainnya diukur menggunakan kuesioner faktor risiko. Analisis statistik menggunakan univariat untuk mengetahui karakteristik responden serta bivariat yaitu uji Spearman untuk menguji hubungan antar variabel.
Hasil: Dari 343 responden, sebanyak 335 mengalami DES. Hasil uji statistik faktor risiko tingkat pengetahuan mengenai DES di dapatkan nilai signifikansi p=0,049; usia p=0,014, jenis kelamin p=<0,001; riwayat penyakit sistemik p=0,002; penggunaan obat p=0,014; lingkungan panas dan kering p=0,031; lingkungan berangin p=0,039; lingkungan berpolusi p=0,041; paparan rokok p=0,044; penggunaan VDT p=0,043 yang menandakan bahwa terdapat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor risiko tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, penyakit sistemik, penggunaan obat, lingkungan, paparan rokok serta penggunaan Video Display Terminals terhadap kejadian sindroma mata kering.
Kata Kunci: faktor risiko, lansia, skor OSDI | en_US |