Show simple item record

dc.contributor.authorNurtafia, Milina Andayani
dc.date.accessioned2026-02-02T03:00:05Z
dc.date.available2026-02-02T03:00:05Z
dc.date.issued2025-07-23
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12928
dc.description.abstractMilina Andayani N, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juli 2025. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Dry Eye Syndrome pada Lansia Desa Donowarih Kabupaten Malang. Pembimbing I : dr. Ariani Ratri Dewi, Sp.M, Pembimbing II : dr. Hj. Fenti Kusumawardhani Hidayah, Sp M. Pendahuluan: Sindroma mata kering adalah penyakit mata yang sering ditemui dengan penyebab multifaktorial yang menyebabkan kelainan air mata dan permukaan mata. Insiden sindroma mata kering paling tinggi terdapat di negara Italia sebanyak 57% dari populasi, sedangkan di Indonesia terdapat 27,5% dan dilaporkan bahwa perempuan lebih banyak terkena sindrom mata kering (62%) dari pada laki - laki. Faktor risiko sindroma mata kering antara lain usia lanjut, jenis kelamin, ruangan ber-AC, lingkungan panas, berangin,paparan rokok dan aktivitas visual seperti membaca, dan menggunakan VDT. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan faktor risiko tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, penyakit sistemik, penggunaan obat, lingkungan, paparan rokok serta penggunaan Video Display Terminals (VDT) terhadap sindroma mata kering. Metode: Penelitian ini berupa studi observasional deskriptif analitik non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. DES dinilai menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI), faktor risiko tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan faktor risiko lainnya diukur menggunakan kuesioner faktor risiko. Analisis statistik menggunakan univariat untuk mengetahui karakteristik responden serta bivariat yaitu uji Spearman untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil: Dari 343 responden, sebanyak 335 mengalami DES. Hasil uji statistik faktor risiko tingkat pengetahuan mengenai DES di dapatkan nilai signifikansi p=0,049; usia p=0,014, jenis kelamin p=<0,001; riwayat penyakit sistemik p=0,002; penggunaan obat p=0,014; lingkungan panas dan kering p=0,031; lingkungan berangin p=0,039; lingkungan berpolusi p=0,041; paparan rokok p=0,044; penggunaan VDT p=0,043 yang menandakan bahwa terdapat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor risiko tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, penyakit sistemik, penggunaan obat, lingkungan, paparan rokok serta penggunaan Video Display Terminals terhadap kejadian sindroma mata kering. Kata Kunci: faktor risiko, lansia, skor OSDIen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectfaktor risikoen_US
dc.subjectlansiaen_US
dc.subjectskor OSDIen_US
dc.titleHubungan Faktor Risiko Dengan Kejadian Dry Eye Syndrome Pada Lansia Desa Donowarih Kabupaten Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang