Hubungan Faktor Risiko Dengan Kejadian Dry Eye Syndrome Pada Pelajar Smk Telkom Malang
Abstract
Ainul Mutma’inah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Dry Eye Syndrome pada Pelajar SMK Telkom Malang. Pembimbing I: dr. Ariani Ratri Dewi, Sp. M, Pembimbing II: dr. Hj. Fenti Kusumawarhani Hidayah, Sp. M
Pendahuluan: Dry eye syndrome (DES) merupakan penyakit multifaktorial yang terjadi akibat ketidakstabilan lapisan air mata. Kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi penglihatan dan aktivitas sehari-hari termasuk proses pembelajaran. SMK Telkom Malang merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang teknologi, sehingga durasi penggunaan gadget cenderung lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beberapa fakor risiko, seperti tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit dan penggunaan obat, penggunaan lensa kontak, durasi penggunaan gadget, dan faktor lingkungan dengan kejadian DES pada pelajar SMK Telkom Malang.
Metode: Pendekatan kuantitatif dengan studi observasional analitik non eksperimental dengan desain cross-sectional melalui pengisian kuesioner tingkat pengetahuan, faktor risiko, dan OSDI pada 300 responden pelajar SMK Telkom Malang dan diuji dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat, berupa regresi ordinal.
Hasil dan Pembahasan: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit (p=0,014), penggunaan obat (p=0,032), lensa kontak (p=0,025), gadget (p=0,045), dan lingkungan (AC p=0,010; polusi p=0,005) terhadap DES. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan obat, lensa kontak, dan lingkungan merupakan faktor risiko independen dengan faktor yang paling dominan adalah penggunaan obat (OR=2,64).
Simpulan: Penggunaan obat merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian DES, sehingga diperlukan edukasi yang tepat terkait efek samping penggunaannya.
Kata Kunci: dry eye syndrome; DES; faktor risiko; OSDI; pelajar
