Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah Dan Kelahiran Prematur Sebagai Faktor Risiko Neurodevelopmental Disorders Pada Anak Usia 3 – 6 Tahun Di Kota Dan Kabupaten Malang
Abstract
Aghitsna Syifa Nurul Khofifatul Waluya. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. 24 Juli 2025. Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah dan Kelahiran Prematur Sebagai Faktor Risiko Neurodevelopmental Disorders pada Anak Usia 3 – 6 Tahun di Kota dan Kabupaten Malang. Pembimbing I : dr. Hj. Rizki Anisa, M.Med.Ed. Pembimbing II : dr. Hj. Yeni Amalia, Sp.A, M.Biomed.
Pendahuluan: Berat Badan Lahir Rendah dan kelahiran prematur menjadi faktor risiko dari Neurodevelopmental Disorders (NDD). NDD dapat memengaruhi perkembangan struktur otak sehingga berdampak pada fungsi sosial dan kualitas hidup. Serta karena sulitnya diagnosis dini, penting dilakukan penelitian untuk membuktikan apakah riwayat BBLR dan kelahiran prematur menyebabkan NDD agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel kelompok kasus terdiri dari 51 anak usia 3 – 6 tahun yang terdiagnosa NDD oleh psikiater di poli sub spesialis anak dan remaja RS Dr. Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan, kelompok kontrol terdiri dari 51 kelompok sehat dengan golongan umur yang sama. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data BBLR dan riwayat kelahiran prematur didapatkan dari hasil wawancara kepada orang tua atau wali pasien menggunakan kuesioner yang merupakan modifikasi dari kuesioner Retno Kusmilarsih. Analisis data menggunakan uji odds ratio (OR) untuk mengetahui besar risiko dari kedua faktor terhadap kejadian NDD.
Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dengan riwayat BBLR memiliki risiko 2,98 kali lebih besar mengalami (NDD) dibandingkan anak tanpa riwayat BBLR (OR = 2,977; 95% CI = 0,742 – 11,942; p = 0,110). Sementara itu, lahir prematur memiliki risiko 3,43 kali lebih besar mengalami NDD dibandingkan anak yang lahir cukup bulan (OR = 3,429; 95% CI = 0,871 – 13,502; p = 0,065).
Simpulan: Dari hasil tersebut membuktikan bahwasannya secara klinis BBLR dan kelahiran prematur berisiko 2 – 3 kali lebih besar terjadi NDD dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami keduanya.
Kata Kunci: BBLR, Prematur, Neurodevelopmental Disorders, Anak, Malang Raya
