Show simple item record

dc.contributor.authorMabruroh, Fitriatul
dc.date.accessioned2026-02-02T03:08:41Z
dc.date.available2026-02-02T03:08:41Z
dc.date.issued2025-07-04
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12932
dc.description.abstractFitriatul Mabruroh. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Pengaruh Pemberian Daun Benalu Teh (Scurrula atropurpurea) dan Benalu Mangga (Dendrophthoe petandra) 3:1 Terhadap Hasil Uinalisis Pada Individu Sehat di Malang. Pembimbing 1: Erna Sulistyowati. Pembimbing 2: Rosasia Dian Lestari Pendahuluan: Daun benalu teh (Scurrula artopurpurea (BL.) Dans) dan benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan bioaktifnya yang bersifat antioksidan dan memberikan efek farmakologis diantaranya efek nefroprotektif dan kardioprotektif. Bukti ilmiah mengenai pengaruh kombinasi ekstrak kedua tanaman ini terhadap fungsi ginjal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian kapsul kombinasi daun benalu teh dan benalu mangga terhadap parameter urinalisis pada individu sehat melalui uji klinik fase 1. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinik fase 1 dengan desain single-blind, pre-test dan post-test yang melibatkan individu sehat FK UNISMA. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok placebo dan kelompok perlakuan SADP 3:1. Kelompok perlakuan menerima kapsul kombinasi Scurrula atropurpurea (SA) dan Dendrophthoe petandra (DP) dalam rasio 3:1, dengan dosis harian 560 mg ekstrak SA dan 187 mg ekstrak DP. Kapsul dikonsumsi dengan dosis tiga kapsul per hari, diminum sekali sehari di pagi hari (1×3 kapsul) selama 15 hari berturut-turut. Sampel urin dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi untuk analisis parameter urinalisis. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan dilanjutkan menggunakan Wilcoxon signed-rank test dan dianggap signifikan jika p<0,05. Hasil dan Pembahasan: Pemberian kombinasi ekstrak daun benalu teh dan benalu mangga (BTBM) selama 15 hari pada individu sehat tidak menyebabkan perubahan bermakna pada sebagian besar parameter urinalisis (p > 0,05), termasuk berat jenis urin, jumlah kristal, leukosit, eritrosit, serta seluruh parameter kimia urin (pH, glukosa, bilirubin, urobilinogen, keton, dan protein). Namun, ditemukan penurunan signifikan pada jumlah bakteri urin laki-laki dari 8,14 ± 1,73 menjadi 1,61 ± 0,32 (p = 0,018), serta jumlah sel epitel urin laki-laki dari 0,33 ± 0,11 menjadi 0,04 ± 0,03 (p = 0,027), dan perempuan dari 3,10 ± 2,24 menjadi 0,96 ± 0,57 (p = 0,042). Sebaliknya, kelompok kontrol yang menerima placebo menunjukkan hasil yang umumnya tidak signifikan, kecuali penurunan berat jenis urin perempuan dari 1,04 ± 0,01 menjadi 1,01 ± 0,00 (p = 0,028), serta jumlah sel epitel dari 9,30 ± 2,43 menjadi 5,00 ± 1,95 (p = 0,043). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi BTBM relatif aman pada individu sehat dan berpotensi memiliki efek antimikroba terhadap saluran kemih. Kesimpulan: Konsumsi kapsul SADP dan placebo selama 15 hari tidak menyebabkan perubahan signifikan pada hasil urinalisis, sehingga tidak menunjukkan efek yang merugikan terhadap fungsi ekskresi ginjal pada individu sehat. Kata Kunci : Uji klinik fase 1, benalu teh, benalu mangga, SADP, urinalisis, fungsi ginjal. en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectUji klinik fase 1en_US
dc.subjectbenalu tehen_US
dc.subjectbenalu manggaen_US
dc.subjectSADPen_US
dc.subjecturinalisisen_US
dc.subjectfungsi ginjalen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Daun Benalu Teh (Scurrula Artopurpurea (Bl.) Dans) Dan Daun Benalu Mangga (Dendrophthoe Petandra) Terhadap Hasil Urinalisis Pada Individu Sehat Di Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang