| dc.description.abstract | Nurul Qutwatul Ayni, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Uji Potensi Antiinflamasi Ekstrak Metanol Kulit Buah Matoa (Pometia Pinnata) pada Osteoartritis terhadap Enzim COX-2 dan 5-LOX Secara Molecular Docking. Pembimbing 1: Andri Tilaqza, M. Farm., Apt. Pembimbing 2: Denis Mery Mirza, M.Farm.
Pendahuluan: Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang terapi utamanya menggunakan NSAID, namun penggunaan jangka panjang menimbulkan efek samping. Terapi selektif penghambatan enzim COX-2 dan 5-LOX dinilai lebih aman. Buah matoa secara empiris dimanfaatkan sebagai antiinflamasi, tetapi kulit buahnya seringkali tidak digunakan padahal mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi aktivitas kulit buah matoa terhadap enzim COX-2 dan 5-LOX secara in silico.
Metode: Identifikasi senyawa aktif melalui metabolite profiling menggunakan instrumen LC-HRMS dan diperoleh 217 senyawa aktif. Setelah senyawa diskrining berdasarkan commonly used, dihilangkan dari senyawa pengotor, dan diprediksi toksisitasnya, senyawa terpilih ditambatkan pada enzim COX-2 (PDB ID: 5KIR) dan 5-LOX (PDB ID: 6N2W) menggunakan PyRx 0.8 dan visualisasi interaksi dilakukan melalui BIOVIA Discovery Studio 2020. Validasi metode docking dilakukan dengan website DockRMSD.
Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 27 senyawa aktif ekstrak metanol kulit buah matoa (Pometia pinnata), tiga senyawa utama memiliki afinitas tertinggi terhadap COX-2 yaitu, curcumene (ΔG:-7.6 kkal/mol; Ki: 0.0026 µm), diikuti oleh 7-hydroxy-6-methoxy-2H-chromen-2-one, dan sorbic acid, dengan kesamaan residu asam amino 22.22% dibanding rofecoxib (ΔG: -10 kkal/mol). Ketiganya berinteraksi dengan COX-2 melalui ikatan pi-alkyl dengan residu Val349, Val523, dan Leu352. Senyawa dengan potensi penghambatan tertinggi pada 5-LOX yaitu sedanolide (ΔG: -6.0 kkal/mol; Ki: 0.0395 µm) diikuti senyawa 7-hydroxy-6-methoxy-2H-chromen-2-one, dan curcumene dengan kesamaan residu 16.67% terhadap NDGA (ΔG: -7.1 kkal/mol). Pada 5-LOX, sedanolide membentuk ikatan hidrogen konvensional dengan Arg569, sedangkan 7-hydroxy-6-methoxy-2H-chromen-2-one, dan curcumene berinteraksi melalui ikatan pi-pi T-shaped dengan Phe359. Temuan ini menunjukkan senyawa-senyawa tersebut berpotensi sebagai inhibitor alami COX-2 dan 5-LOX. Pada uji profil toksisitas menunjukkan tiga senyawa teridentifikasi bersifat hepatotoksik dan mutagenik, serta dua senyawa berpotensi kardiotoksik.
Kesimpulan: Senyawa aktif ekstrak metanol kulit buah matoa (Pometia pinnata) memiliki afinitas pada enzim COX-2 dan 5-LOX dengan kemiripan residu asam amino dibandingkan kontrol rofecoxib sebesar 11.11%-33.33% dan terhadap kontrol NDGA 16.67-33.33%. Analisis toksisitas menunjukkan tiga senyawa bersifat hepatotoksik dan mutagenik, serta dua senyawa berpotensi kardiotoksik.
Kata Kunci: 5-LOX, antiinflamasi, COX-2, molecular docking, Pometia pinnata, osteoartritis | en_US |