| dc.description.abstract | Karya sastra banyak menjadi bahan diskusi masyarakat penikmatnya untuk menyampaikan ide dan gagasan baru yang berbeda dari pendahulunya. Oleh Karena itu karya sastra juga dapat menjadi salah satu media edukasi dengan menyampaikannya pada tema karya sastra atau amanat-amanat yang dimasukkan penulis dalam karya sastranya. Salah contohnya ada dalam penelitian ini yaitu penulis memasukkan edukasi tentang kerusakan lingkungan dan memberi solusi umum yang mudah untuk dilakukan pembacanya. Kajian yang membahas narasi alam dalam lingkungan adalah kajian ekokritik sastra.
Kajian ekokritik sastra yang ada dalam sebuah karya sastra seperti novel, cerpen, dan buku fiksi memiliki manfaat bagi pembacanya. Fokus utama penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan narasi jenis-jenis kerusakan lingkungan (berdasarkan penyebabnya), 2) dampak (negatif) kerusakan lingkungan yang ada dalam buku-buku fiksi di laman SIBI. Sehingga dari fokus tersebut didapatkan tujuan penelitian sebagai berikut. 1) Mendeskripsikan narasi jenis-jenis kerusakan lingkungan yang muncul dalam buku fiksi jenjang C dan D pada laman SIBI, 2) Mendeskripsikan narasi dampak kerusakan lingkungan dalam buku fiksi jenjang C dan D.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Data yang dihasilkan berupa deskripsi, narasi dan percakapan antar tokoh dalam buku-buku fiksi yang ada di laman SIBI berjudul Pilus Rumput Laut untuk Rasi, Putri Dalam Hutan, Ksatria Penjaga, Jagapati Bumi. Tahapan penelitian dilakukan dengan alur sebagai berikut. Pertama, membaca keempat buku fiksi yang telah disebutkan. Kedua, melakukan identifikasi dan pengumpulan buku-buku fiksi yang sesuai kriteria. Ketiga, identifikasi narasi jenis-jenis kerusakan lingkungan dan dampaknya yang muncul dalam buku. Keempat menganalisis hasil data yang dikumpulkan menggunakan teori –teori yang digunakan. Kelima, menarik kesimpulan dari hasil analisis secara keseluruhan. | en_US |