Formulasi Sistem Penghantaran Nanoemulsi Kuersetin Dengan Menggunakan Perbandingan Konsentrasi Tween 80
Abstract
Mutiara Nur Wulan Sari, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juli 2025. Formulasi Sistem Penghantaran Nanoemulsi Kuersetin Dengan Menggunakan Perbandingan Konsentrasi Tween 80 Pembimbing 1: Ike Widyaningrum, M. Farm. Pembimbing 2: Nugroho Wibisono, S. Farm., M. Si., Apt.
Pendahuluan: Kuersetin merupakan senyawa flavonol yang aktivitas antiinflamasi dan memiliki kelarutan yang rendah serta bioavailabilitas yang rendah sehingga diperlukannya sistem penghantaran yang mampu untuk memperbaiki kelarutan kuersetin dan nanoemulsi dipilih karena mampu memperbaiki kelarutan kuersetin. Selain itu, nanoemulsi juga memiliki kestabilan yang baik dibandingkan dengan emulsi konvensional. Formula nanoemulsi terdiri dari fase minyak dan fase air, dan dipengaruhi oleh surfaktan. Surfaktan yang dipilih adalah Tween 80. Tween 80 memiliki nilai Hidrophilic Lipophilic Balance (HLB) 15 dan memiliki kelarutan yang dapat larut dalam air dan tidak menimbulkan alergi serta dapat melarutkan lebih banyak minyak. Pada penelitian ini rute yang dipilih adalah rute topikal karena memiliki laju pergerakan zat aktif yang tinggi. Berdasarkan penjelasan tersebut tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan perbedaan konsentrasi tween 80 anatara formula 1 (11,5%), formula 2 (12%), dan formula 3 (12,5%). Hal ini untuk melihat konsentrasi tween 80 yang memiliki pengaruh terhadap sifat fisik (organoleptik, ukuran partikel dan indeks polidispersitas) dan sifat kimia (pH).
Metode: Pembuatan nanoemulsi menggunakan metode emulsifikasi spontan dengan menggunakan magnetic stirrer selama 1 jam pengadukan untuk mendapatkan hasil dengan ukuran nanoemulsi. Evaluasi sediaan yang dilakukan adalah organoleptik, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan pH.
Hasil: Uji organoleptik menunjukkan semua formula masuk ke dalam persyaratan sifat fisik nanoemulsi, hasil pengukuran pH formula 1 (7,02±0,06), 2 (6,96±0,03), dan 3 (6,91±0,04) sesuai dengan pH kuersetin serta pH kulit dan nilai signifikan (p<0,05). Pengujian indeks polidispersitas menunjukkan bahwa formula 1 (0,57±0,57), 2 (0,43±0,05) dan 3 (0,24±0,04) masuk ke dalam persyaratan indeks polidispersitas namun, memiliki perbedaan sifat (p>0,05) sedangkan untuk hasil ukuran partikel formula 1 (727,33±8,50) nm, 2 (623,00±4,58) nm, dan 3 (616,67±2,89) nm masuk ke dalam rentang ukuran nanoemulsi (p<0,05).
Kesimpulan: Formula nanoemulsi dengan perbedaan konsentrasi tween 80 dapat mempengaruhi secara signifikan pada evaluasi organoleptik, ukuran partikel dan pH.
Kata kunci : Kuersetin, Nanoemulsi, Tween 80
