Pengaruh Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan Dan Swamedikasi Dengan Herbal Terhadap Quality Of Life Pada Penyakit Hipertensi Essential Pada Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kota Batu
Abstract
Hipertensi esensial merupakan gangguan hemodinamik yang penyebab pastinya belum dapat diketahui secara pasti. Prevalensi hipertensi di Indonesia tergolong tinggi, termasuk di Kota Batu, Jawa Timur. Masyarakat Kota Batu banyak memanfaatkan swamedikasi menggunakan tanaman herbal sebagai salah satu pilihan pengobatan. Hipertensi dapat memengaruhi kualitas hidup (Quality of Life/QoL) penderitanya. Selain itu, kualitas hidup juga dapat dipengaruhi oleh perilaku pencarian pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku pencarian pelayanan kesehatan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi esensial, serta mengetahui jenis-jenis herbal yang digunakan dan dampaknya terhadap kualitas hidup pengguna di wilayah kerja Puskesmas Sisir, Kota Batu.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah pasien hipertensi esensial di Puskesmas Sisir, Kota Batu, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku pencarian pelayanan kesehatan, ICAM-Q (International Complementary and Alternative Medicine Questionnaire), dan WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life - Brief Version). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan Mann-Whitney. Hasil dikatakan bermakna apabila nilai p < 0,05.
Hasil:
Terdapat pengaruh signifikan antara perilaku pencarian pelayanan kesehatan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi esensial di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu (p <0,05). Swamedikasi menggunakan herbal juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien hipertensi esensial (p <0,05). Beberapa jenis herbal yang dikonsumsi oleh pasien meliputi Jahe (Zingiber officinale), Sereh (Cymbopogon citratus), Seledri (Apium graveolens), dan Timun (Cucumis sativus). Alasan responden dalam mengonsumsi herbal meliputi kepercayaan tradisional, kemudahan akses, kekhawatiran terhadap efek samping obat kimia, faktor budaya, ketidakmampuan mengonsumsi obat kimia, serta pengaruh lingkungan sekitar.
Simpulan:
Perilaku pencarian pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien hipertensi esensial. Swamedikasi menggunakan herbal juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien hipertensi esensial.
Kata Kunci: Hipertensi, pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi, kualitas hidup
