Uji Potensi Ekstrak Metanol Kulit Buah Matoa (Pometia Pinnata) Sebagai Antiinflamasi Pada Osteoartritis Terhadap Reseptor Tlr-2 Dan Tlr-4 Secara Molecular Docking
Abstract
Sayidati Nabilah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Uji Potensi Ekstrak Metanol Kulit Buah Matoa (Pometia pinnata) Sebagai Antiinflamasi Pada Osteoartritis Terhadap Reseptor TLR-2 dan TLR-4 Secara Molecular Docking . Pembimbing 1: Apt. Andri Tilaqza, M.Farm. Pembimbing 2: Denis Mery Mirza, M.Farm.
Pendahuluan: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit inflamasi sendi kronis yang ditandai dengan kerusakan tulang rawan dan peningkatan aktivasi sistem imun bawaan melalui reseptor Toll-Like Receptor (TLR), khususnya TLR-2 dan TLR-4. Aktivasi TLR oleh molekul DAMPs dan PAMPs memicu produksi sitokin proinflamasi yang memperburuk kerusakan sendi. Terapi tunggal seperti Eritoran dan PE-DTPA dinilai kurang optimal, sehingga pendekatan multi-target berbasis senyawa alami menjadi alternatif menjanjikan. Kulit buah matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki potensi antiinflamasi. Ekstraksi menggunakan pelarut metanol dipilih karena kemampuannya melarutkan senyawa polar seperti flavonoid. Melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking, penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa aktif kulit buah matoa dalam menghambat TLR-2 dan TLR-4 sebagai target terapi OA
Metode: Penelitian ini menggunakan metode in silico yang memakai software YASARA structure dengan melihat energi pengikat dan konstansta disosiasi. Senyawa aktif kulit buah matoa didapatkan dari hasil analisa LC-HRMS menggunakan TLR-2 (3A7C) dan TLR-4 (2Z65) yang didapatkan dari website Protein Data Bank dengan native ligan PE-DTPA dan Eritoran. Visualisasi ikatan residu asam amino menggunakan software BIOVIA Discovery Studio. Analisa PASS online menggunakan website Way2Drug dan prediksi Farmakokinetika menggunakan website PkCSM.
Hasil: Molecular docking menunjukkan bahwa Navenone A, Sitostenone, dan Curcumene dari ekstrak kulit buah matoa memiliki ikatan yang kuat dan stabil terhadap TLR-2 dan TLR-4. Navenone A memiliki energi pengikatan tertinggi dan membentuk interaksi kompleks, baik polar maupun hidrofobik. Sitostenone menunjukkan kesamaan residu interaksi tertinggi dengan ligan kontrol. Interaksi ini menunjukkan potensi ketiga senyawa dalam menghambat jalur inflamasi osteoartritis melalui penghambatan TLR-2 dan TLR-4. PASS Online menunjukkan bahwa senyawa 13(S)-HOTrE, α-Linolenic acid, dan Stearidonic acid dari kulit buah matoa berpotensi sebagai antiinflamasi dengan nilai Pa > 0,7. Prediksi ADMET menunjukkan sebagian besar senyawa memiliki absorpsi usus baik dan distribusi optimal. Sitostenone dapat menembus sawar darah otak, sementara Stearidonic acid dan α-Linolenic acid menghambat CYP3A4. Ekskresi tercepat ditunjukkan oleh 9(Z),11(E),13(E)-Octadecatrienoic Acid methyl ester.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Navenone A, Sitostenone, dan Curcumene berpotensi sebagai antiinflamasi OA melalui penghambatan TLR-2 dan TLR-4. Navenone A mirip ligan kontrol, Sitostenone menembus sawar darah otak, dan dua senyawa lain menghambat CYP3A4.
Kata kunci : Kulit Buah Matoa, Molecular Docking, Osteoartritis, TLR-2, TLR-4
