Hubungan Durasi Pasien Menderita Hiperkolesterolemia Dengan Prevalensi Disfungsi Ereksi Studi Di Poli Penyakit Dalam Rsud Kota Malang
Abstract
Muhammad Rian Alfianto, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Desember 2024. Hubungan Durasi Hiperkolesterolemia Terhadap Prevalensi Disfungsi Ereksi, Studi di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kota Malang. Pembimbing I : dr. Erna Sulistyowati, M.Kes. Ph.D. Pembimbing II : dr. Sri Fauziyah, Sp.A. M.Biomed.
Pendahuluan: Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana terdapat peningkatan kadar kolesterol di dalam pembuluh darah yang dapat mempengaruhi fungsi dan struktur pembuluh darah, termasuk aliran darah yang menuju ke organ reproduksi yang membuat hal tersebut dapat meningkatkan prevalensi disfungsi ereksi pada pria. Namun, penelitian terkait hiperkolesterolemia dan durasi hiperkolesterolemia terhadap prevalensi disfungsi ereksi masah terbatas di Kota Malang sehingga diperlukan penelitian untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
Metode: Desain penelitian ini merupakan studi analitik yang bersifat analitik observasional melalui metode cross-sectional pada 106 responden terbagi menjadi kelompok kontrol (n=53) dan kelompok observasi (n=53). Data hiperkolesterolemia diambil dari rekam medis poli penyakit dalam RSUD Kota Malang, sedangkan prevalensi disfungsi ereksi dievaluasi melalui kuisioner international index erectile (IIEF-5). Data dianalisa menggunakan Mann-whitney, Chi-Square dan Spearman, serta p = <0,05 dianggap signifikan
Hasil: Karakteristik pasien yang di analisa tidak menunjukkan hasil yang bermakna. 96% pasien hiperkolesterolemia mengalami disfungsi ereksi tingkat ringan hingga sedang. Hasil uji korelasi kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi adalah r= -0,781, p=<0,05. Durasi menderita hiperkolesterol <5 tahun (n=42) dan
≥ 5 tahun (n=11) didapatkan hasil uji korelasi r= 0,125, p=0,202. Hal ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang tinggi berkorelasi positif lemah dengan disfungsi ereksi, sedangkan durasi menderita hiperkolesterolemia berkorelasi dengan insiden disfungsi ereksi. Semakin meningkat durasi menderita hiperkolesterolemia, prevalensi disfungsi ereksi juga semakin meningkat.
Kesimpulan: Hiperkolesterolemia dan durasi menderita hiperkolesterolemia meningkatkan insiden disfungsi ereksi pada pasien di RSUD Kota Malang.
Kata Kunci: Hiperkolesterolemia, Durasi Hiperkolesterolemia, Disfungsi Ereksi
