Interferensi Bahasa Jepang pada Aspek Ortografi oleh Pemelajar BIPA Asal Jepang Tingkat Madya di UNISMA
Abstract
BIPA merupakan program pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang secara khusus untuk memudahkan warga negara asing mengenal bahasa dan budaya Indonesia. Pada saat pemelajar asing mempelajari sebuah bahasa baru pasti akan mengalami sebuah interferensi bahasa yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari bahasa yang dimiliki pemelajar. Penelitian ini mengambil dari pemelajar BIPA asal Jepang di Unisma pada tingkat madya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi beberapa bentuk interferensi pada aspek ortografi, sehingga ditemukan faktor-faktor penyebabnya dan gambaran strategi yang digunakan pemelajar untuk memperbaiki hasil belajar yang kurang.
Metode penelitian yang digunakan, yakni kualitatif deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk menganalisis data berupa hasil tugas-tugas dari pemelajar BIPA yang kemudian dideskripsikan secara rinci. Setelah dilakukan analisis secara keseluruhan ditemukan beberapa bentuk interferensi pada aspek ortografi yang disebabkan oleh adanya interferensi bahasa ibu pemelajar diantaranya: penambahan huruf, pengurangan huruf, penggantian huruf, kurangnya tanda baca, dan penggunaan imbuhan yang kurang tepat.
Berdasarkan analisis beberapa bentuk interferensi tersebut ditemukannya faktor-faktor penyebab yang memengaruhi hasil belajar pemelajar, yakni interferensi fonologi pemelajar bipa, interferensi pada sistem penulisan yang berbeda, perbedaan penggunaan tanda baca, ketiadaan huruf konsonan di akhir kata, kebiasaan mengandalkan koreksi otomatis. Pemelajar BIPA juga menggunakan beberapa strategi untuk memperbaiki kesulitan yang dihadapi saat mempelajari bahasa Indonesia, yakni dengan memanfaatkan AI/Chat GPT untuk membantu ketika menemukan hal yang kurang dimengerti, karena kebanyakan tugasnya dikumpulkan melalui grup WhatsApp pemelajar BIPA cenderung menggunakan koreksi otomatis yang ada dalam fitur, bertanya kepada teman dan mencatat kosakata yang kurang dimengerti untuk mengingatnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa interferensi bahasa pertama pada pemelajar akan memengaruhisistem belajarnya, dari interferensi fonologi sampai sistem penulisan yang berbeda antara bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia yang diinterpretasikan pada hasil tulisan pemelajar.
Saran berdasarkan hasil penelitian ini di antaranya: bagi lembaga penyelenggara BIPA, menyusun kurikulum yang memperhatikan latar belakang bahasa ibu pemelajar serta menambahkan materi ortografi secara eksplisit; bagi
vii
pengajar, memperhatikan pengaruh fonologi terhadap ortografi dan memberikan umpan balik langsung terhadap kesalahan tulisan pemelajar BIPA; bagi pemelajar, aktif membaca teks otentik, menulis jurnal harian, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan kesadaran linguistik; serta bagi peneliti selanjutnya, memperluas jumlah partisipan, melibatkan latar bahasa ibu yang beragam, serta dengan mengembangkan model pembelajaran yang mampu mengurangi adanya interferensi bahasa secara efisien.
