Problematika Kejiwaan Tokoh Adara dalam Novel Harapan di Atas Sajadah Karya Mawar Malka (Kajian Psikoanalisis)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika kejiwaan yang di alami tokoh Adara dalam novel Harapan Di Atas Sajadah Karya Mawar Malka melalui kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Tokoh Adara di gambarkan sebagai perempuan religius dan lembut yang mengalami tauma mendalam akibat kehilangan orang tua, pernikahan tanpa cinta, hingga pelecehan seksual. Tekanan-tekanan batin tersebut memicu konflik psikologi yang tercermin dalam perilaku dan dialog tokoh. Penelitian ini berfokus pada tiga struktur: Id, Ego, dan Superego.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data adalah novel Harapan Di Atas sajadah karya Mawar Malka yang di terbitkan oleh Wahyu Qulbu pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan baca dan catat, dengan menelaah kutipan dialog serta narasi yang menunjukkan kejiwaan tokoh. Analisis data di lakukan berdasarkan teori psikoanalisis Freud.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) bentuk Id Adara tanpa dalam dorongan naluriah seperti rasa cinta yang tertekan, dan kecemasan akibat tauma masa lalu serta ledakan emosi sebagai respon ketidak adilan; (2) bentuk Ego Adara yang terlihat dari kemampuan Adara dapat mengolah tekanan batin, memilih sikap reaksi formasi, diam, tenang, dan tetap menjalakan perannya sebagai istri; (3) bentuk Superego Adara tercermin dalam sikap moral dan spiritual Adara yang berpegagang teguh. Seperti mempertahankan nilai-nilai agama, kesetian pada janji, serta sikap sabar.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Adara mengalami konflik kejiwaan., tetapi mampu bertahan secara psikologi dengan memanfaatkan Ego dan Superego. Tokoh Adara merupakan perempuan yang tangguh yang mampu mempertahankan identitas, prinsip, dan spiritualitas meskipun di dera tauma dan luka batin. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman psikologi sastra dan serta mengajak pembaca memahami pentingnya kestabilan mental, pengolahan emosi, dan kekuatan dalam menghadapi problem kehidupan. Implikasi untuk bidang pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar dan media pembelajaran novel Harapan Di Atas Sajadah Karya Mawar Malka, khususnya dalam memahami tokoh melalui pendekatan psikologi sastra serta nilai-nilai regilius yang terdapat di dalamnya.
