Hubungan Preferensi Pemelajar Timor Leste terhadap Strategi Pembelajaran dengan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Islam Malang
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemelajar yang memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda-beda terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan preferensi pemelajar dapat meningkatkan motivasi belajarnya. Pemelajar yang memiliki motivasi belajar tinggi akan lebih mudah dalam mencapai tujuan belajar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi pemelajar terhadap strategi pembelajaran agar pengajar dapat meningkatkan frekuensi penerapannya sehingga motivasi belajar pemelajar terus meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Universitas Islam Malang. Sampel berjumlah 30 dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala likert, dan teknik analisis data yang digunakan ialah uji korelasi Kendal’s Tau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi positif strategi pembelajaran interactive instruction mencapai (83,0%), game based learning sebesar (66,7%), dan role play sebesar (80,0%). Sementara itu, preferensi negatif terhadap strategi pembelajaran ekspositori tercatat sebesar (40,0%). Sebagian besar pemelajar BIPA asal Timor Leste menunjukkan tingkat motivasi belajar sedang sebesar (50,0%) dan sebagian kecil memiliki motivasi belajar tinggi (16,6%). Sementara itu, (33,3%) pemelajar menunjukkan motivasi belajar rendah.
Koefisien korelasi antara strategi pembelajaran ekspositori dan motivasi belajar adalah 0,365 dengan nilai signifikansi 0,015. Strategi interactive instruction, koefisien korelasi sebesar 0,498 dengan nilai signifikansi 0,001. Strategi game based learning koefisien korelasi 0,364 dengan nilai signifikansi 0,016. Strategi role play memiliki koefisien korelasi tertinggi, yaitu 0,537 dengan nilai signifikansi 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar. Semakin tinggi dan positif preferensi pemelajar terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan, maka semakin tinggi pula motivasi belajar yang dimiliki pemelajar.
