Show simple item record

dc.contributor.authorNadifah, Umi
dc.date.accessioned2026-02-02T04:06:25Z
dc.date.available2026-02-02T04:06:25Z
dc.date.issued2025-08-16
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12965
dc.description.abstractPenelitian ini membahas nilai-nilai moral yang terkandung dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis sosiologi sastra. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena maraknya penggunaan media sosial yang kerap melahirkan budaya viral, penghakiman publik, hingga runtuhnya etika komunikasi digital. Film Budi Pekerti menyoroti kisah Bu Prani, seorang guru Bimbingan Konseling yang harus menghadapi stigma masyarakat setelah potongan video dirinya tersebar luas di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai moral yang muncul dalam film, menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui tokoh, konflik, dan alur cerita, serta menelaah relevansinya terhadap fenomena sosial di era global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan secara mendalam fenomena sosial yang terdapat dalam film Budi Pekerti dan menghubungkannya dengan realitas masyarakat. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menelaah fakta, peristiwa, serta interaksi yang muncul, kemudian disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Data penelitian diperoleh melalui observasi non-partisipan, dokumentasi, serta analisis adegan-adegan penting yang mencerminkan nilai moral seperti tanggung jawab, kejujuran, empati, dan toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini berhasil menampilkan berbagai nilai moral secara nyata dan aplikatif. Tanggung jawab tampak dalam tindakan Bu Prani sebagai pendidik yang menegakkan aturan serta dalam upaya keluarga memulihkan reputasi. Empati terlihat dari solidaritas murid dan masyarakat yang memberikan dukungan moral. Kejujuran ditampilkan melalui klarifikasi tokoh utama terhadap informasi yang dimanipulasi. Sedangkan toleransi diperlihatkan dalam sikap saling menghargai perbedaan bahasa, pandangan, maupun tindakan di tengah konflik sosial. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film Budi Pekerti merepresentasikan nilai-nilai moral yang relevan dengan kehidupan nyata dan mampu menjadi sarana refleksi sosial tanggung jawab, empati, kejujuran, toleransi. Representasi nilai moral pembentukan makna yang mengarahkan pemahaman audiens meliputi tokoh utama, konflik sosial, alur cerita. Pesan moral yang dihadirkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kritis terhadap mekanisme sosial di era digital relevansi pesan moral khususnya bagaimana opini publik terbentuk dan memengaruhi kehidupan individu. Dengan demikian, film ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter, literasi digital, dan penguatan etika sosial di masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperluas kajian sosiologi sastra, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pendidikan karakter dan literasi digital. Film Budi Pekerti dapat dijadikan media pembelajaran untuk menanamkan nilai kejujuran, empati, tanggung jawab, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dan film tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral, pandangan sosial, dan penguatan etika dalam menghadapi budaya digital di era sekarang.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectnilai moralen_US
dc.subjectfilm Budi Pekertien_US
dc.subjectsosiologi sastraen_US
dc.subjectpendidikan karakteren_US
dc.titleAnalisis Relevansi Pendidikan Nilai Moral dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanutejaen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang