Bentuk-Bentuk Adverse Childhood Experiences pada Tokoh Vanka dan Oliver dalam Novel Harapan dari Tempat Paling Jauh Karya Inggrid Sonya (Kajian Psikologi Sastra)
Abstract
Karya sastra bukan hanya karya fiktif yang tidak berdasar, melainkan memungkinkan bahwa karya sastra lahir dari realitas kehidupan manusia. Topik-topik yang digambarkan dalam karya sastra sering kali relevan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu karya sastra yang menarik untuk dianalisis adalah novel Harapan dari Tempat Paling Jauh karya Inggrid Sonya, yang menampilkan Adverse Childhood Experiences atau pengalaman masa kecil merugikan yang dialami oleh tokoh Vanka dan Oliver.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk serta mendeskripsikan akibat dari Adverse Childhood Experiences yang dialami oleh tokoh Vanka dan Oliver di dalam novel Harapan dari Tempat Paling Jauh melalui pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini tidak hanya memadukan pendekatan multidisipliner antara sastra dan psikologi, tetapi juga dapat menjadi referensi analisis karakter tokoh dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, khususnya pada fase F kurikulum merdeka.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Vanka dan Oliver mengalami berbagai bentuk Adverse Childhood Experiences berupa kekerasan, penelantaran, dan disfungsi keluarga. Pada tokoh Vanka, bentuk Adverse Childhood Experiences yang dialami meliputi kekerasan fisik dan emosional serta penelantaran secara fisik dan emosional yang dia dapatkan dari ibu kandungnya. Sementara itu, tokoh Oliver mendapat kekerasan fisik dan emosional yang dilakukan oleh pengasuhnya pada usia lima tahun serta ditinggal meninggal oleh anggota keluarganya, yaitu orang tua dan kakeknya yang merupakan satu-satunya anggota keluarga yang tersisa. Pengalaman-pengalaman merugikan tersebut disampaikan dalam bentuk narasi serta percakapan dalam novel.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa novel Harapan dari Tempat Paling Jauh karya Inggrid Sonya bertema kesehatan mental yang berfokus terutama kepada korban Adverse Childhood Experiences. Ditunjukkan oleh hasil penelitian, bahwa Adverse Childhood Experiences berakibat buruk bagi korban, sehingga novel tersebut disarankan untuk dibaca oleh khalayak agar lebih peduli terhadap isu kesehatan mental dan terhindar dari pelaku yang menimbulkan terjadinya Adverse Childhood Experiences.
