Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Makna Konotasi dan Denotasi dalam Karya Fiksi di Kelas VIII MTs Attaraqqie Kota Malang
Abstract
Pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengembangkan berpikir kritis, berfilsafat, dan komunikasi, dimulai sejak usia dini hingga perguruan tinggi. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dianggap sangat penting dalam membentuk pemahaman siswa. Dalam konteks ini, pembelajaran berdiferensiasi menyesuaikan metode mengajar dengan kebutuhan individu siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif sesuai karakteristik peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui representasi verbal, seperti perilaku, persepsi, dan motivasi subjek. Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada materi makna konotasi dan denotasi dalam karya fiksi di kelas VIII MTs Attaraqqie Kota Malang. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi objek penelitian serta mengklarifikasi fenomena atau realitas yang terjadi dalam konteks tertentu. Berbagai metode ilmiah digunakan untuk memperoleh data yang bersifat holistik dan mendalam guna membangun pemahaman yang lebih baik terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melihat kemampuan, minat, dan cara belajar siswa. Guru kemudian membagi siswa dalam kelompok sesuai kebutuhan mereka. Dalam pembelajaran, guru memakai berbagai cara agar siswa lebih mudah memahami materi. Cara ini membuat siswa lebih paham, lebih semangat belajar, dan hasil belajarnya lebih baik. Pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa juga membuat mereka lebih percaya diri.
Penelitian ini berdampak penting bagi guru dan sekolah. guru perlu tahu cara mengenali kemampuan dan minat siswa. Sekolah perlu membantu guru dengan pelatihan dan fasilitas. Pembelajaran berdiferensiasi membuat siswa lebih percaya diri dan paham materi. Penelitian ini bisa jadi contoh untuk penelitian berikutnya.
