Analisis Prinsip Kerja Sama dalam Humor Film Agak Laen Sebagai Materi Pengayaan Teks Anekdot pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip kerja sama dalam humor yang terdapat film Agak Laen, mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama dalam membangun konflik dan klimaks humor pada film Agak Laen serta relevansi kutipan humor film Agak Laen sebagai sumber pengayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami bahasa dengan mempertimbangkan konteks situasi, maksud penutur, serta hubungan antarpenutur dengan menggambarkan suatu keadaan subjek maupun objek penelitian pada saat ini berdasarkan fakta-fakta.
Film Agak Laen merupakan film horor komedi Indonesia yang disutradarai oleh Muhadkly Acho yang sukses menjadi film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa. Film ini mengandung prinsip kerja sama yang dituturkan oleh para tokoh dalam percakapan. Penelitian ini menemukan data dalam bentuk prinsip kerja sama dalam humor. Berdasarkan analisis data, prinsip kerja sama yang ditemukan berupa penerapan dan pelanggaran maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan serta relevansi
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik, khususnya dalam memahami bagaimana prinsip kerja sama digunakan secara dinamis dalam teks film untuk menciptakan efek komunikatif tertentu seperti humor. Dalam konteks film Agak Laen, humor tidak hanya hadir dari isi percakapan semata, tetapi juga dari cara tokoh-tokohnya melanggar aturan-aturan komunikasi yang ideal secara sengaja, sehingga membentuk ironi, sarkasme, atau absurditas yang memancing tawa. Dengan menganalisis tuturan dalam film ini, penelitian ini menegaskan bahwa pelanggaran prinsip kerja sama bukan sekadar bentuk penyimpangan, melainkan merupakan alat retoris yang memiliki fungsi artistik dan strategis dalam membangun narasi hiburan. Hal ini memperkaya pemahaman bahwa komunikasi dalam film bersifat kompleks dan penuh makna, serta membuka ruang untuk telaah lebih lanjut tentang peran bahasa dalam menciptakan hiburan, pesan sosial, bahkan kritik budaya secara tersirat.
