Penggunaan Majas Sindiran dalam “Lapor Pak” di Youtube pada Unggahan Januari-Maret 2025
Abstract
“Lapor Pak” merupakan pertunjukan yang menggabungkan unsur humor dan kritik sosial dalam setiap penampilannya. Tayangan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan sosial dan politik secara halus melalui gaya bahasa yang khas. Salah satu gaya bahasa yang dominan digunakan adalah majas sindiran, baik dalam bentuk ironi, sarkasme, maupun sinisme. Penggunaan majas ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana untuk menyampaikan kritik secara kreatif dan menghibur.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis majas sindiran serta fungsinya dalam tayangan “Lapor Pak” yang diunggah melalui kanal YouTube pada periode Januari hingga Maret 2025. Tayangan ini dipilih karena penyampaian kritik sosial melalui majas sindiran yang khas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dan jenis peneliti kualitatif sebagai konsep dalam penelitian. Pemilihan jenis penelitian kualitatif karena penelitian ini mentranskripsi data berupa parcakapan pada komika “Lapor Pak” dan dianalisis berdasarkan teori.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis majas sindiran yang digunakan, yaitu sarkasme (3 data), ironi (2 data), dan sinisme (2 data). Sarkasme ditandai dengan sindiran tajam yang berlawanan makna dan digunakan untuk menyentil kebijakan atau perilaku menyimpang secara kasar namun lucu. Ironi digunakan secara halus, dengan menyampaikan makna kebalikan dari pernyataan literalnya, dan sinisme disampaikan secara lugas serta penuh ejekan yang menunjukkan pesimisme terhadap kondisi sosial.
Fungsi majas sindiran dalam tayangan ini terbagi ke dalam lima fungsi utama: fungsi sosial (menyampaikan kritik terhadap kondisi masyarakat), fungsi politik (mengkritik kebijakan dan ketimpangan kekuasaan), fungsi hiburan (menciptakan tawa), fungsi edukasi (menumbuhkan kesadaran kritis), dan fungsi komunikasi (menyampaikan pesan secara efektif melalui humor).
Dalam tayangan “Lapor Pak” tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan penting dalam membangun kesadaran sosial dan menyampaikan kritik dengan cara yang kreatif dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Penggunaan majas sindiran dalam komedi terbukti efektif sebagai strategi retoris untuk mengomunikasikan isu-isu sosial secara halus namun berdampak.
