Karakteristik Pembelajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Sekolah Bankhaofark, Thailand
Abstract
Penelitian ini mengkaji karakteristik pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Bhankaofark School, Krabi, Thailand. Program BIPA di sekolah ini menjadi bagian penting dari diplomasi budaya dan pengembangan kompetensi bahasa asing di lingkungan pendidikan Thailand. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan yang berkaitan dengan kesulitan siswa dan guru, serta efektivitas strategi pembelajaran yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam pembelajaran BIPA, mengidentifikasi tantangan guru dalam mengajar, menganalisis respons siswa terhadap pembelajaran, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen hasil pekerjaan siswa. Peneliti juga terlibat langsung sebagai pengajar BIPA selama satu bulan untuk memperoleh data yang autentik melalui pengalaman empiris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam struktur kalimat, kosakata terbatas, pelafalan fonem tertentu, dan rendahnya kepercayaan diri berbicara. Guru menghadapi kendala komunikasi, keterbatasan fasilitas, dan harus merancang bahan ajar secara mandiri. Meskipun demikian, siswa menunjukkan respons positif terhadap pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Strategi pembelajaran berbasis visual, kontekstual, dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran adaptif berbasis pendekatan visual dan pengalaman nyata untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran BIPA.
