Penggunaan Majas Sindiran pada Berita Koran Digital Jatimtimes Periode Bulan Oktober Tahun 2024
Abstract
Penggunaan gaya bahasa yang diungkapkan secara tidak langsung yang semakin sering ditemukan dalam pemberitaan digital menjadi alasan utama penelitian ini, khususnya majas sindiran, dalam media massa digital yang berfungsi tidak hanya untuk memperindah bahasa, tetapi juga menyampaikan kritik sosial dan politik secara halus namun tajam. Salah satu media yang menarik untuk dianalisis adalah Jatimtimes, yang dalam pemberitaan edisi Oktober 2024 menampilkan beragam bentuk sindiran terhadap isu-isu aktual.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis majas sindiran yang digunakan dalam berita koran digital Jatimtimes dan menganalisis strategi penyampaiannya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis isi, penelitian ini memanfaatkan data berupa teks berita dari situs Jatimtimes yang memuat isu-isu politik dan sosial di bulan Oktober 2024.
Sumber data penelitian adalah berita digital Jatimtimes edisi Oktober 2024, dengan unit analisis berupa kutipan teks yang mengandung majas sindiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena bertujuan menggambarkan fenomena kebahasaan secara sistematis dan mendalam. Temuan penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dan media, tetapi juga menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran analisis teks berita untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas sindiran yang dominan digunakan dalam berita tersebut meliputi ironi, sarkasme, dan satire. Sarkasme digunakan untuk menyampaikan kritik secara lugas dan tajam, ironi untuk menyatakan hal yang bertolak belakang dengan kenyataan secara halus, sedangkan satire menggabungkan humor dan ejekan untuk menyampaikan protes sosial. Strategi penyampaian sindiran dalam teks berita dilakukan melalui diksi emosional, dan konteks sosial politik yang kuat.
