Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VIII SMPN 17 Malang
Abstract
Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna, relevan, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Dalam proses ini, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan perbedaan kebutuhan setiap siswa. Salah satu pendekatan yang dapat mengakomodasi keberagaman kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa adalah pembelajaran berdiferensiasi. Strategi ini memungkinkan setiap siswa untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan tingkat kesiapan dan karakteristiknya, sehingga potensi belajar dapat dimaksimalkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan mengukur peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VIII SMPN 17 Malang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII dengan latar belakang kemampuan akademik yang beragam. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui tiga aspek utama: (1) diferensiasi konten, yaitu penyajian materi dengan variasi media seperti teks, gambar, dan video untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda; (2) diferensiasi proses, yaitu pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kesiapan belajar agar aktivitas sesuai dengan kemampuan mereka; dan (3) diferensiasi produk, yaitu pemberian kebebasan kepada siswa untuk memilih bentuk akhir laporan hasil observasi sesuai preferensi mereka.
Data penelitian dikumpulkan melalui tes menulis, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Hasil pratindakan menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah, dengan hanya 7 siswa (21,88%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan nilai rata-rata kelas 69,22. Setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 20 siswa (62,5%) dengan nilai rata-rata 77,03. Refleksi pada siklus I mengidentifikasi kendala seperti kesulitan menyusun paragraf secara runtut dan kurang detail dalam mendeskripsikan hasil pengamatan. Perbaikan pada siklus II dilakukan dengan cara memberikan contoh teks yang lebih bervariasi, meningkatkan latihan observasi langsung di lapangan, dan memberikan umpan balik secara intensif selama proses menulis.
Hasilnya, keterampilan menulis siswa meningkat signifikan: seluruh siswa (100%) mencapai KKM dengan nilai rata-rata 85,78. Peningkatan terlihat jelas pada aspek kelengkapan struktur teks, kejelasan isi, ketepatan bahasa baku, serta keterpaduan antarparagraf. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya, meningkatkan motivasi belajar, serta menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan bermakna.
