Analisis Berbahasa Indonesia Pemelajar BIPA Reguler Mahasiswa Yaman di Universitas Islam Malang
Abstract
Bahasa adalah sarana masyarakat untuk berkomunikasi dalam berkehidupan sosial baik secara lisan maupun tulis. Selain itu, bahasa juga memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu masyarakat yang digunakan oleh kelompok masyarakat di suatu daerah. Dengan adanya bahasa, orang dari latar belakang pendidikan, suku, daerah, agama, dan strata sosial dapat saling berkomunikasi antara satu sama lain. Pembelajaran BIPA adalah program pembelajaran untuk orang asing yang ingin belajar tentang semua hal mengenai Bahasa Indonesia. Sebagai salah satu bahasa yang diminati di luar negeri, Bahasa Indonesia sudah sangat meningkat di segi pembelajaran BIPA hal tersebut bisa dilihat dari peningkatan minat mahasiswa asing terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa BIPA yang berasal dari Yaman yang mengalami kesalahan dalam penyusunan kata dan kalimat. Data diperoleh melalui observasi dan pemberian tugas yang berupa essai. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan penjelasan. Hasil penelitian ini diharapkan menemukan pembenaran mengenai kesalahan dalam berbahasa Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap tulisan mahasiswa BIPA Reguler asal Yaman yang mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia di Universitas Islam Malang, dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa BIPA ini masih banyak mengalami kendala dalam penguasaan bahasa Indonesia, terutama pada tataran morfologi dan sintaksis. Dalam aspek morfologi, terdapat dua bentuk kesalahan utama, yaitu kesalahan dalam penggunaan kata dasar dan dalam penggunaan kata berimbuhan. Kesalahan penggunaan kata dasar sebagian besar terjadi karena pengaruh fonetik dari bahasa ibu yaitu bahasa Arab, yang berbeda jauh dengan sistem ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan juga banyak ditemukan dalam penggunaan kata berimbuhan, baik awalan, akhiran, maupun kombinasi keduanya. Mahasiswa BIPA cenderung belum memahami secara tepat fungsi dari prefiks seperti ber-, me-, dan ke-, sehingga terjadi penyimpangan bentuk kata. Pada aspek sintaksis, ditemukan dua jenis kesalahan, yaitu kesalahan dalam membentuk kalimat yang tidak efektif dan kesalahan dalam bentuk kalimat tunggal. Kalimat tidak efektif umumnya terjadi karena penyusunan kata yang tidak logis, repetisi yang tidak perlu, dan ketidaksesuaian struktur kalimat yang mengakibatkan kebingungan makna. Kesalahan pada kalimat tunggal meliputi ketidakhadiran unsur penting dalam struktur kalimat, seperti objek dan keterangan tempat atau waktu. Kesalahan tersebut bisa dikatakan sebagai kesalahan kalimat tunggal yang tidak utuh.
