Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Aku dalam Novel Lapar Karya Knut Hamsun: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Abstract
Karya sastra merupakan cerminan kompleksitas jiwa manusia yang kerap menyimpan konflik batin di balik narasi tokoh. Penelitian ini menyoroti novel Lapar karya Knut Hamsun yang merepresentasikan kecemasan dan pergulatan psikologis tokoh “Aku” melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kecemasan dan mekanisme pertahanan diri tokoh “Aku” dalam novel tersebut. Penelitian ini juga bertujuan memahami dinamika kejiwaan tokoh sebagai representasi krisis eksistensial manusia modern.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra berbasis teori Freud. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif, pencatatan, dan analisis isi terhadap gejala psikologis yang tampak pada tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh “Aku” mengalami tiga bentuk kecemasan: realitas, neurotik, dan moral yang muncul dalam berbagai situasi kritis. Tokoh juga menggunakan delapan jenis mekanisme pertahanan ego, seperti represi, rasionalisasi, dan intelektualisasi, sebagai bentuk perlindungan psikologis.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecemasan dan mekanisme pertahanan diri menjadi cara tokoh dalam menyesuaikan diri terhadap tekanan batin dan lingkungan. Gejala tersebut menggambarkan dinamika konflik bawah sadar yang berperan penting dalam membentuk perilaku dan narasi tokoh. Relevansi penelitian ini terlihat dari meningkatnya fenomena gangguan psikis, seperti kecemasan kronis dan depresi, terutama di kalangan mahasiswa. Dengan demikian, kajian ini dapat berkontribusi pada pemahaman akan pentingnya membaca gejala kejiwaan melalui karya sastra sebagai media refleksi dan penyadaran diri terhadap krisis mental dalam kehidupan modern.
