Perjuangan Para Tokoh Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan pada Film Our Mothers’ Land (Kajian Ekofeminisme)
Abstract
Penelitian ini mengkaji film dokumenter Our Mothers’ Land melalui pendekatan ekofeminisme untuk menggambarkan perjuangan tokoh-tokoh perempuan dalam melestarikan lingkungan. Film ini menyuarakan perlawanan perempuan adat terhadap eksploitasi alam oleh korporat dan negara melalui kisah nyata perjuangan Yu Sukinah, Mama Aleta Baun, Eva Bande, dan Farwiza Farhan. Mereka menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya terdampak oleh kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi aktor utama dalam mempertahankannya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, catat, dan dokumentasi.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk perjuangan para tokoh perempuan dalam film tersebut serta mengkaitkannya dengan aliran-aliran ekofeminisme seperti ekofeminisme sosial, spiritual, dan alam. Setiap tokoh dianalisis berdasarkan narasi, tindakan, serta konteks sosial dan ekologis yang mereka hadapi. Tokoh Yu Sukinah misalnya, melawan pembangunan pabrik semen di Kendeng dengan aksi damai dan edukasi masyarakat. Sementara itu, Mama Aleta Baun menolak pertambangan marmer di tanah adat dengan kekuatan budaya menenun sebagai simbol protes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perjuangan perempuan sangat erat dengan nilai-nilai lokal, spiritualitas, serta solidaritas komunitas. Tokoh Eva Bande mengorganisir petani melawan korporasi sawit, meskipun harus mengalami kriminalisasi dan dipenjara. Adapun Farwiza Farhan, melindungi hutan Leuser di Aceh dengan pendekatan hukum, riset, dan kerja sama dengan media. Masing-masing tokoh menunjukkan kekuatan perempuan dalam memperjuangkan keadilan ekologis, sosial, dan gender.
Melalui lensa ekofeminisme, penelitian ini menemukan bahwa dominasi terhadap alam tidak dapat dipisahkan dari penindasan terhadap perempuan. Sistem patriarki dan kapitalisme yang mengeksploitasi lingkungan juga menempatkan perempuan dalam posisi rentan. Oleh karena itu, perjuangan mereka tidak hanya sebatas isu lingkungan, tetapi merupakan perlawanan terhadap sistem yang menindas secara struktural. Ekofeminisme hadir sebagai kerangka yang menyatukan gerakan perempuan dan pelestarian alam secara integral.
Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoritis dalam kajian sastra dan ekologi serta memberikan inspirasi praktis bagi gerakan perempuan dan lingkungan. Film Our Mothers’ Land bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga media perlawanan dan penyadaran kolektif. Perjuangan tokoh-tokoh perempuan di dalamnya menunjukkan bahwa kearifan lokal dan nilai-nilai kemanusiaan mampu menjadi kekuatan besar dalam menyuarakan keadilan ekologis. Penelitian ini juga membuka ruang bagi kajian lanjut tentang keterlibatan perempuan dalam gerakan pelestarian lingkungan berbasis budaya.
