Perilaku dan Dampak Pembelajaran Baca Tulis Berhitung pada Anak Berkebutuhan Khusus (Disleksia) pada Film Taare Zameen Par
Abstract
Film merupakan tontonan atau sajian seni sastra yang digemari oleh masyarakat luas. Menonton film yang bersifat mendidik akan memberikan banyak pengetahuan baru. Penonton akan lebih mudah mengingat materi yang disampaikan karena merasa rileks dan nyaman ketika menonton film. Film ini mengisahkan tentang seorang peserta didik sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam belajar (Disleksia).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi. Observasi atau pengamatan dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus (Disleksia) pada film taare zameen par.
Strategi pembelajaran baca, tulis, dan berhitung. Ketiga hal ini merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki seseorang supaya ia bisa mempelajari hal lainnya lebih mudah. Misalnya di bangku sekolah, anak-anak harus bisa membaca, menulis, juga berhitung dahulu supaya bisa mempelajari berbagai materi lanjutan.
Disleksia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan belajar yang menyebabkan masalah pada proses menulis, mengeja, berbicara, dan membaca. Kondisi ini termasuk dalam gangguan saraf di bagian batang otak yang berfungsi memproses bahasa. Disleksia tidak hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Kini sudah banyak dukungan kepada para pengidap disleksia untuk tetap berhasil di sekolah maupun pekerjaan. Tidak benar jika pengidap disleksia dianggap memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Faktanya, disleksia tidak mempengaruhi kecerdasan seseorang. Sebagian besar pengidap disleksia berhasil menangkap pelajaran maupun informasi menggunakan metode khusus.
