Show simple item record

dc.contributor.authorKhairunnisa, Amalia
dc.date.accessioned2026-02-10T02:38:59Z
dc.date.available2026-02-10T02:38:59Z
dc.date.issued2025-05-16
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13072
dc.description.abstractPenelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya adaptasi karya sastra ke dalam media film yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium kritik sosial dan representasi budaya. Salah satu film yang relevan adalah Gadis Kretek, yang memuat persoalan sejarah, budaya lokal, serta dinamika gender dalam masyarakat patriarkal Jawa. Fokus penelitian ini adalah menelaah secara kritis struktur naratif film Gadis Kretek, dengan tiga aspek utama yang dikaji, yaitu isi struktur naratif, gaya penceritaan, dan elemen sosial budaya dalam film. Penelitian ini diharpkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang kajian sastra film serta menjadi referensi dalam memahami struktur naratif dan representasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kultural. Data utama berupa tayangan film Gadis Kretek yang dianalisis secara mendalam menggunakan teknik observasi, dokumentasi visual, serta penelusuran referensi sekunder dari novel dan artikel akademik terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan menitikberatkan pada bagaimana film ini membentuk makna melalui unsur naratif dan bagaimana elemen budaya serta relasi sosial direpresentasikan di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Gadis Kretek memiliki struktur naratif yang kompleks dan disusun secara non-linear, yang mempertemukan alur masa lalu dan masa kini dalam satu cerita. Tokoh utama, Dasiyah, digambarkan sebagai perempuan kuat yang menolak tunduk pada budaya patriarki dan berjuang mempertahankan warisan budaya kretek di tengah tekanan sosial dan keluarga. Alur cerita yang tidak kronologis memungkinkan pembaca memahami latar belakang konflik, serta membuka ruang bagi penonton untuk merangkai makna dari setiap peristiwa secara reflektif. Konflik utama tidak hanya muncul dari kisah cinta antara Dasiyah dan Soeraja yang terhalang status sosial, tetapi juga dari ketegangan budaya, tekanan keluarga, dan tragedi yang menimpa Dasiyah, yang kemudian menjadi rahasia keluarga yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya penceritaan yang digunakan dalam film ini sangat kuat secara estetika dan kultural. Teknik penceritaan melalui sudut pandang Lebas sebagai anak dari Soeraja memberi ruang bagi penonton untuk turut serta dalam proses pencarian identitas. Elemen visual seperti tone warna, sinematografi, dan simbolisme asap kretek, baju pengantin adat Jawa, serta bahasa lokal digunakan untuk menegaskan suasana, makna, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita. Selain itu, film ini menyajikan representasi sosial budaya yang erat kaitannya dengan relasi gender, kelas sosial, dan tradisi masyarakat Jawa. Melalui tokoh Dasiyah, film ini menampilkan resistensi terhadap sistem sosial yang tidak setara dan memberi suara pada perjuangan perempuan dalam konteks budaya tradisional. Dengan demikian, film Gadis Kretek tidak hanya menjadi karya fiksi visual semata, tetapi juga merupakan media kritik sosial yang menyampaikan pesan-pesan penting tentang budaya, sejarah, dan emansipasi perempuan melalui struktur naratif yang estetis dan penuh makna.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectStruktur naratifen_US
dc.subjectgaya penceritaanen_US
dc.subjectelemen sosial budayaen_US
dc.subjectGadis Kreteken_US
dc.subjecttelaah kritisen_US
dc.titleTelaah Kritis Struktur Naratif dalam Film Gadis Kreteken_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang