Campur Kode dalam Tuturan Pada Acara Tonight Show Premiere di Youtube
Abstract
Manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari peristiwa tutur yang melibatkan bahasa sebagai alat komunikasi utama. Di Indonesia, ragam bahasa yang beragam dan perkembangan zaman mendorong masyarakat menguasai kosa kata bahasa asing dalam tuturan yang diujarkannya. Fenomena kontak bahasa sering terjadi, menghasilkan saling pengaruh antarbahasa dan memunculkan campur kode dalam komunikasi masyarakat tutur.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor penyebab campur kode yang terjadi dalam tuturan acara Tonight Show Premiere di kanal YouTube TonightShowNet dengan fokus pada episode berjudul “Jang Hansol Orang Korea Tapi Medok? Indonesia Banget Oppa Ini!” yang tayang pada 28 Agustus 2022.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena campur kode dalam acara Tonight Show Premiere di kanal YouTube TonightShowNet, khususnya pada episode bertajuk "Jang Hansol Orang Korea Tapi Medok? Indonesia Banget Oppa Ini!". Data penelitian berupa transkrip dialog antara host (Desta, Vincent, dan Hesti) serta bintang tamu (Jang Hansol). Peneliti menggunakan teknik studi dokumentasi dan metode simak dengan langkah pencatatan serta transkripsi untuk memperoleh data tuturan yang mengandung campur kode.
Instrumen penelitian terdiri dari instrumen utama (peneliti sendiri) dan instrumen pendukung seperti tabel penjaringan data yang digunakan untuk mengklasifikasikan bentuk campur kode berdasarkan tataran kata dan frasa, serta faktor penyebabnya, seperti konteks sosial dan kebahasaan. Tahap analisis meliputi identifikasi data dari dialog yang mengandung campur kode, klasifikasi data berdasarkan bentuk dan faktor, penyajian data secara deskriptif, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan uji kredibilitas dengan teknik peningkatan ketekunan. Hasilnya berupa deskripsi sistematis tentang bentuk campur kode, seperti pada tataran kata dasar dan frasa, serta faktor-faktor seperti penyesuaian sosial dan keterbatasan kebahasaan yang memengaruhi terjadinya campur kode dalam tuturan acara tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk campur kode, yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Berdasatkan fokus penelitain didapati adanya campur kode pada tataran kata meliputi kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk, sementara pada tataran frasa ditemukan frasa nomina, verba, adjektiva, dan preposisional.
Faktor penyebab terjadinya campur kode dikelompokkan ke dalam aspek penutur dan kebahasaan. Pada aspek penutur, campur kode dipengaruhi oleh faktor social penutur, serta situasi komunikasi. Sedangkan pada aspek kebahasaan, campur kode disebabkan oleh keterbatasan kosakata, pemilihan kata yang mudah diingat, topik pembicaraan, dan upaya menghindari ambiguitas. Ditemukan banyaknya campur kode pada penelitian ini disebabkan oleh para penutur yang memiliki penguasaan Bahasa dan latar belakang yang sama. Selain itu didapati perbedaan pola campur kode antara bintang tamu Jang Han-Sol, yang cenderung menggunakan bahasa Jawa, dan para host yang lebih sering mencampurkan bahasa asing.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campur kode dalam Tonight Show Premiere mencerminkan dinamika sosial-budaya dan strategi komunikasi antarpenutur. Dari penelitian ini juga ditemukan tiga jenis campur kode, yaitu ke dalam, ke luar, dan campuran. Campur kode paling banyak terjadi pada tataran frasa (terutama frasa nomina) serta kata dasar dan kata berimbuhan. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor penutur, seperti lingkungan, kebiasaan berbicara, dan ragam bahasa yang dikuasai, serta faktor kebahasaan, seperti kemudahan mengingat kosakata, menghindari ambiguitas, dan relevansi topik. Contoh nyata adalah perbedaan pola campur kode antara bintang tamu Jang Han-Sol, yang cenderung menggunakan bahasa Jawa, dan para host yang lebih sering mencampurkan bahasa asing. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami fenomena campur kode dalam konteks media hiburan di Indonesia.
