Implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) (Studi Pada Tempat Pengelolaan Sampah 3R BASAMA, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui (1) Implementasi pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) di TPS3R BASAMA, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) di TPS3R BASAMA, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertujuan mendeskripsikan fenomena yang terjadi secara apa adanya. Hal tersebut sesuai dengan tujuan peneliti yaitu untuk mendesripsikan implementasi pengelolaan sampah berbasis 3R di TPS3R BASAMA, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan teknik analisis data menurut Miles, Huberman dan Saldana yang terdiri dari empat komponen yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada empat indikator implementasi kebijakan menurut George C. Edward III meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Kemudian terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R di TPS3R BASAMA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi pengelolaan sampah berbasis 3R di TPS3R BASAMA Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang belum berjalan secara efektif karena dari aspek komunikasi menunjukkan dinamika yang cukup kompleks, dari aspek sumberdaya yaitu terdapat tantangan dalam sumberdaya manusia, informasi pengelolaan sampah 3R masih terdapat kendala, pembagian wewenang sudah jelas dan fasilitas terdapat kekurangan yang signifikan. Selanjutnya, dari aspek disposisi, terdapat komitmen tinggi dan sikap sosial para pelaksana di lapangan, namun aspek insentif masih perlu diperbaiki. Aspek struktur birokrasi, SOP dalam penerapan pengelolaan sampah belum optimal dan terdapat fragmentasi. (2) Faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama antara institusi pemerintahan dan jiwa sosial karyawan terhadap lingkungan. Sedangkan, faktor penghambat yaitu terbatasnya sarana dan prasarana masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, kekurangan anggaran untuk mendukung aktivitas operasional TPS3R, masih minimnya kesadaran dan komunikasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Pengelolaan Sampah
