Sistem Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak Terpuji Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Beji Pasuruan
Abstract
Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan informasi yang dapat dilakukan secara verbal, seperti melalui bahasa, maupun nonverbal, seperti melalui simbol dan visual. Penelitian ini mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (IRE) di SMPN 1 Beji Pasuruan dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui penerapan model komunikasi informatif, persuasif, dan koersif. Diposisikan dalam konteks meningkatnya tantangan moral di kalangan pelajar di era digital, penelitian ini menyelidiki bagaimana strategi komunikasi dapat mendukung internalisasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan karakter. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap guru dan siswa IRE, dan analisis dokumentasi. Temuannya mengungkapkan bahwa model komunikasi informatif memungkinkan guru menyampaikan pesan moral yang jelas dan kontekstual secara efektif dengan menggunakan bahasa sederhana, contoh kehidupan nyata, dan media visual, sehingga mendorong pemahaman dan keterlibatan siswa. Model persuasif terbukti berhasil memotivasi siswa untuk mengamalkan nilai-nilai agama melalui argumentasi yang kuat dan diskusi interaktif, sedangkan model koersif, meski lebih terstruktur dan berbasis otoritas, juga memberikan kontribusi positif bila diterapkan dengan fleksibilitas dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyoroti signifikansi praktis komunikasi strategis dalam pendidikan agama dan menyarankan bahwa integrasi ketiga model ini secara holistik dapat mendukung pengembangan karakter siswa sekolah menengah pertama, terutama dalam institusi yang menghadapi tantangan moral dan perilaku modern
