Show simple item record

dc.contributor.authorNUR QOMARIAH, SALSABILA
dc.date.accessioned2026-07-08T02:33:29Z
dc.date.available2026-07-08T02:33:29Z
dc.date.issued2025-08-04
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13345
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji peranan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk sikap religius siswa kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah NU Roudlotut Tholibin Tegalweru, Dau, Kabupaten Malang. Fokus penelitian mencakup peranan guru PAI, upaya-upaya yang dilakukan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan sikap religius siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Madrasah dan Guru PAI, observasi partisipatif, serta dokumentasi, termasuk angket sikap religius siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di MI NU Roudlotut Tholibin mengemban peran yang komprehensif dan multifaset, meliputi peran sebagai pengajar, pendidik (murabbi), teladan (uswah hasanah), pembimbing (mursyid), motivator, dan penggerak kegiatan keagamaan. Peran uswah hasanah sangat ditekankan, sejalan dengan visi Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah (ASWAJA) madrasah yang menekankan moderasi, toleransi, dan keseimbangan. 1 Upaya-upupaya yang dilakukan berpusat pada konsistensi pembiasaan melalui program rutin (sholat Dhuha, tadarus, tahfidz), integrasi nilai religius dalam interaksi harian, serta penggunaan keteladanan langsung dan kisah inspiratif sebagai metode pedagogis utama. Penanganan siswa bermasalah dilakukan secara personal dan empatik, serta diupayakan kolaborasi dengan orang tua, meskipun sinergi penuh masih menjadi tantangan. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kuat dari Kepala Madrasah, kultur sekolah yang tertata, dan kualitas serta dedikasi staf pengajar PAI yang tinggi. Namun, tantangan terbesar berasal dari faktor eksternal, yaitu pengaruh gawai yang meresap pada siswa dan kurangnya kontrol ketat dari orang tua terhadap penggunaannya. Keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi hambatan, meskipun tidak sepenting pengaruh gawai. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran guru PAI dalam konteks madrasah NU dan menguatkan efektivitas metode keteladanan dan pembiasaan dalam pendidikan karakter religius. Implikasi praktisnya menekankan perlunya penguatan peran guru, strategi proaktif madrasah dalam mengatasi pengaruh digital, dan sinergi yang lebih kuat antara madrasah dan keluarga.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectGuru PAI, Sikap Religiusen_US
dc.subjectSiswa Kelas VIen_US
dc.subjectMadrasah Ibtidaiyah, Nahdlatul Ulamaen_US
dc.titlePeranan Guru Pai Dalam Membentuk Sikap Religius Pada Siswa Kelas Vi Di Madrasah Ibtidaiyah Nu Roudlotut Tholibin Tegalweru, Dau, Kab. Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang