Show simple item record

dc.contributor.authorFUADY, MUHAMMAD ILZAM
dc.date.accessioned2026-07-09T06:44:09Z
dc.date.available2026-07-09T06:44:09Z
dc.date.issued2025-07-09
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13359
dc.description.abstractNilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural yang terkandung dalam kearifan lokal Jaranan di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jaranan, sebagai kesenian tradisional, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga media pendidikan nonformal yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Jaranan di Desa Kalisongo mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik budayanya, sehingga menciptakan harmoni sosial dan memperkaya kehidupan beragama masyarakat. Jaranan di Desa Kalisongo mengandung nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural yang meliputi religiusitas, moralitas (kejujuran, kesabaran, keberanian), kebersamaan, solidaritas sosial, dan toleransi terhadap perbedaan budaya. Proses internalisasi nilai-nilai ini terjadi melalui tahapan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam praktik kesenian Jaranan. Dengan demikian, Jaranan menjadi model pendidikan Islam multikultural berbasis seni tradisional yang relevan dalam konteks globalisasi untuk membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berbudaya. Nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural yang terkandung dalam kearifan lokal Jaranan di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jaranan, sebagai kesenian tradisional, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga media pendidikan nonformal yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama, moral, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Jaranan di Desa Kalisongo mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik budayanya, sehingga menciptakan harmoni sosial dan memperkaya kehidupan beragama masyarakat setempat. Jaranan di Desa Kalisongo mengandung nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural yang meliputi religiusitas, moralitas (kejujuran, kesabaran, keberanian), kebersamaan, solidaritas sosial, dan toleransi terhadap perbedaan budaya. Proses internalisasi nilai-nilai ini terjadi melalui tahapan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam praktik kesenian Jaranan. Dengan demikian, Jaranan menjadi model pendidikan Islam multikultural berbasis seni tradisional yang relevan dalam konteks globalisasi untuk membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berbudaya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectKearifan lokalen_US
dc.subjectPendidikan Agama Islamen_US
dc.titleNilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Kearifan Lokal Jaranan Di Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang