| dc.description.abstract | Perundungan di sekolah merupakan masalah berat yang dapat berdampak pada pertumbuhan emosional dan mental siswa. Selain sekolah dasar, sekolah menengah, terutama sekolah menengah atas, juga terkena dampak dari fenomena ini. Perundungan di sekolah menjadi semakin umum di Indonesia, sehingga orang tua dan sekolah harus lebih berhati-hati.
Pendidikan moral di sekolah menengah sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Pendidikan moral yang baik dapat membangun siswa yang bermoral, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Lingkungan sekolah yang mendukung, guru yang berpartisipasi secara aktif, dan metode pembelajaran yang tepat adalah beberapa cara pendidikan moral dapat membantu siswa membentuk dasar moral yang akan berguna sepanjang hidup mereka.
Fokus masalah dalam penelitian perencanaan, proses faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan moral di SMA YPM 2 Panjunan. Penulis menginterpretasikan peneltian ini dengan tujuan untuk mempelajari lebih lanjut proses pendidikan moral yang ada di SMA YPM 2 Panjunan dan bagaimana proses tersebut dapat membantu dalam menangani bullying
Untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi, penelitian ini menggabungkan penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Pengamatan langsung, wawancara, serta dokumentasi di SMA YPM 2 Panjunan digunakan untuk mengumpulkan data.
Hasil penelitian dalam skripsi ini menjelaskan bahwa di SMA YPM 2 Panjunan terdapat bebarapa kegiatan dalam melaksanakan pendidikan moral dalam menangani kasus bullying. Kegiatan tersebut berupa kegiatan harian seperti halnya pembiasan berperilaku baik, membaca alquran serta menerapkan lingkungan yang, postif. Kegiatan lain juga terdapat edukasi dari guru tentang larangan berperilaku buruk khususnya bullying. Semua guru juga ikut serta dalam proses implementasi pendidikan moral di sekolah bukan hanya guru Pendidikan Agama Islam saja. | en_US |